Perubahan struktur kelas ekonomi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan penting dalam memahami arah pertumbuhan nasional. Berdasarkan pengolahan data Badan Pusat Statistik (BPS), Mandiri Institute memetakan dinamika distribusi kelas ekonomi masyarakat Indonesia sepanjang 2019 hingga proyeksi 2025. Hasilnya menunjukkan pergeseran signifikan, terutama munculnya kelompok masyarakat yang berpotensi naik ke kelas menengah atas.
Perubahan Struktur Kelas Ekonomi
Sejak 2019, struktur kelas ekonomi Indonesia mengalami fluktuasi yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi, serta dinamika inflasi dan daya beli. Pada masa pandemi, jumlah masyarakat rentan dan kelas menengah bawah sempat meningkat akibat tekanan ekonomi.
Namun, memasuki periode pemulihan pasca-2021, terjadi perbaikan bertahap. Aktivitas ekonomi kembali bergerak, didorong oleh konsumsi domestik, pertumbuhan sektor informal, serta kebijakan stimulus pemerintah.
Munculnya “Calon Kelas Menengah Atas”
Salah satu temuan utama dari Mandiri Institute adalah meningkatnya kelompok yang disebut sebagai aspiring middle class atau calon kelas menengah atas. Kelompok ini berada di atas kelas menengah, namun belum sepenuhnya masuk kategori kelas atas.
Karakteristik Kelompok Ini
Kelompok calon kelas menengah atas umumnya memiliki ciri-ciri:
- Pendapatan yang relatif stabil dan meningkat
- Akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih baik
- Konsumsi yang mulai bergeser ke kebutuhan sekunder dan tersier
- Tingkat literasi digital dan inklusi keuangan yang lebih tinggi
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, kelompok ini tumbuh lebih cepat seiring dengan berkembangnya sektor jasa, teknologi, dan ekonomi kreatif.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan kelas ekonomi ini antara lain:
1. Pemulihan Ekonomi Nasional
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kembali stabil di kisaran 5 persen memberikan ruang bagi peningkatan pendapatan masyarakat.
2. Digitalisasi dan Ekonomi Baru
Perkembangan ekonomi digital—termasuk e-commerce, fintech, dan gig economy—membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
3. Kebijakan Pemerintah
Program bantuan sosial, subsidi energi, serta dukungan terhadap UMKM berperan dalam menjaga daya beli dan mendorong mobilitas ekonomi.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski tren menunjukkan perbaikan, sejumlah tantangan tetap perlu diperhatikan:
Ketimpangan Pendapatan
Distribusi pendapatan yang belum merata masih menjadi isu, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Kerentanan Ekonomi
Sebagian kelompok yang naik kelas masih rentan terhadap guncangan ekonomi, seperti kenaikan harga pangan atau perlambatan global.
Kualitas Pekerjaan
Pertumbuhan lapangan kerja belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kualitas pekerjaan, termasuk aspek upah dan jaminan sosial.
Proyeksi hingga 2025
Mandiri Institute memperkirakan bahwa hingga 2025, jumlah kelas menengah dan calon kelas menengah atas akan terus meningkat. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi berbasis konsumsi domestik.
Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpotensi memperbesar basis kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi terhadap gejolak global.
Kesimpulan
Distribusi kelas ekonomi Indonesia menunjukkan arah yang semakin positif setelah melewati masa sulit pandemi. Munculnya kelompok calon kelas menengah atas menjadi sinyal penting bagi transformasi ekonomi jangka panjang. Meski demikian, upaya menjaga stabilitas, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi kunci agar pertumbuhan ini inklusif dan berkelanjutan.

“Communication. Music lover. Certified bacon pioneer. Travel supporter. Charming social media fanatic.”

More Stories
Indonesia–Jepang Perkuat SDM Perikanan, Dorong Kerja Sama Tenaga Terampil
Purbaya Kritik Analis Ekonomi di TikTok dan YouTube: “Tidak Pernah Melihat Data”
Haruskah Anda membiayai kembali sekarang atau menunggu?