2019, Bersama Bawaslu Jawa Timur Sukseskan Pemilu, Kawal Kampanye Sehat dan Bersih

foto bersama setelah penandatanganan deklarasi kalah terhormat menang bermartabat yang diadakan bawaslu jatim di hotel majapahi Jawa Timur (sumber IDN Times, ardiansyah fajar)

Surabaya, Semarak.News- Bawaslu Jawa Timur siap kawal pemilu 2019 untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang demokratis, bermartabat, dan berkualitas. Sejak dimulainya kampanye yang diresmikan serentak di Seluruh Indonesia minggu, 23 September 2018, Bawaslu Jawa Timur siap untuk mecegah dan menindak lanjuti jika ditemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Moh. Amin, M.Pdl mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya, bawaslu berpedoman pada uu no 7 tahun 2017 yang menjelaskan tugas, wewenang, dan kewajiban bawaslu dalam pemilu,  yaitu salah satunya bertugas untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu.

“Sebagai  sebagaimana tugas dan wewenang Bawaslu di uu no 7 tahun 2017, jika ditanya apa tugas dan wewenang bawaslu yaitu untuk melakukan pencegahan dan penindakan jika ditemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu 2019”, ungkap beliau di kantornya, senin (24/9/2018)

Beliau menyampaikan dalam setiap tahap pelaksanaan pemilu tentu terdapat kerawanan kerawanan, seperti halnya pada tahap kampanye, jika berdasarkan data dari pengalaman pemilu sebelumnya, tahap kampanye adalah tahapan yang paling banyak ditemukan pelanggaran dalam proses pelaksanaan pemilu.

“sehingga kami mengutamakan pada kerja kerja pencegahan pada setiap memasuki tahapan, kita selalu melakukan beberapa kegiatan diawal termasuk dengan masuknya tahapan kampanye, sebagaimana melihat dari indek kerawanan pemilu dari pemilu sebelumnya, ditahap ini ditemukan seperti maraknya berita hoax, ujaran kebencian, politisisai sara, dan money politik yang selalu membarangi pada saat tahap kampanye”ungkap beliau.

Ia menyampaikan salah satu bentuk tindakan pencegahan diawal dalam menghadapi pemilu adalah  dengan menginstruksikan kepada seluruh bawaslu di kabupaten –kota se Jawa Timur untuk melaksanakan deklarasi kalah terhormat menang bermartabat yang diikuti oleh semua elemen yang ikut terlibat dalam pemilu 2019.

“sehingga kami bawaslu jawa timur melakukan beberapa kegiatan termasuk kemaren menginstruksikan kepada seluruh bawaslu sekabupaten –kota Jawa timur untuk melouncing deklarasi kalah terhormat dan menang bermartabat diseluruh kabupaten kota se Jawa Timur , dan termasuk di jawa timur yang telah dilaksanakan di hotel majapahit tadi malam, ujar beliau.

Kemudian ungkap beliau, dalam forum yang dihadiri oleh jajaran pengurus partai politik di Jatim, Tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden di Jatim, jajaran Forpimda di Jatim, dan jajaran KPU Jatim telah sepakat melaksanakan pemilu dengan tetap menjaga asas persatuan dan kesatuan bangsa.

“di forum itu kita minta kesepakatan dari setiap peserta pemilu untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang kedua dengan tetap menghormati setiap adanya perbedaan di Jawa Timur dan tetap menjaga agar setiap tahapan pemilu di Jawa Timur benar benar sesuai dengan aturan, dan seluruh pihak telah menandatangani deklarasai kalah terhormat dan menang bermartabat”.ungkap beliau.

Beliau menyampaikan kerawanan pelanggaran pada tahap awal kampanye adalah ditemukannya alat peraga kampanye yang tidak pada tempatnya, atau menyalahi aturan kampanye, hal ini disebabkan pada saat sebelum calon ditetapkan tidak ada pertauran yang mengatur tentang alat peraga kampanye seperti spanduk, baliho dan lain-lain, namun setelah calon ditetapkan maka akan ada aturan terkait dalam pengunaan alat peraga kampanye tersebut.

“sebelum calon itu ditetapkan sebagai calon legislatif atau calon eksekutif tentunya telah banyak marak beberapa alat peraga kampanye yang itu tidak sesuai dengan aturan, maka diawal awal ini telah kami sampaikan jika memiliki alat peraga kampanye yang tidak sesui segera diungsikan, segera di tertibkan, karna  masuk masak kampanye akan dikenakan beberapa aturan aturan, jika isinya sudah sesuai berupa visi misi, lambang parpol, maka peletakkannya apakah sudah pada tempatnya, apa itu digedung pemerintah, lembaga pendidikan atau yang sudah dilarang dalam perda”, ucap beliau.

Kemudian beliau juga menyampaikan kerawanan yang sering ditemukan dalam tahap kampanye adalah money politik.

“kemudian yang menjadi kecendrungan memanfaatkan masa kampanye dengan money politik, hal ini tetap menjadi fokus pengawasan dari bawaslu dan seluruh jajaran hingga kepengawasan TPS besok, agar memanimalisir terhadap terjadinya politik uang dalam proses memperoleh kemenangan”. Ungkap beliau

Kemudian beliau berpesan, jika masyarakat menemukan adanya penyebaran berita hoax yang berkaitan dengan pelanggaran pelaksanaan pemilu 2019, agar melaporkan akun tersebut kepada bawaslu, dan kemudian akan diteruskan oleh bawaslu ke bawaslu pusat kemudian diserahkan pada tim cyber untuk ditindak lanjuti.

“bagi masyarakat yang menemukan berita hoax atau pelanggaran-pelanggaran IT terkait pelaksanaan kampanye 2019, silahkan untuk mengirim url, atau alamat dari akun tersebut ke bawaslu,kemudian akan kita laporkan langsung kebawaslu pusat lebih lebih akun yang sudah terdaftar, jika berita hoax itu berkaitan dengan pelanggaran pemilu 2019 makan kita akan teruskan ke bawaslu pusat itu ada tim IT disana, dan kemudian diluar pelanggaran pemilu jika ada berita hoax ujaran kebencian maka akan kita tindak lanjuti ke cybercrime”. Pesan beliau

Beliau juga berpesan agar peserta pemilu dapat mengikuti seluruh peraturan pemilu yang ada, dan dengan prinsip siap kalah dan siap menang, karena pada dasarnya tidak ada yang kalah dalam pemilu di negara ini, semua menang karena telah memiliki seorang pemimpin baru.

“ walaupun itu namannya kompetisi mesti ada yang kalah dan menang secara kasat mata, tapi dalam filosofi tidak kata kalah dan menang untuk negara kita, siapapun pemenangnya siapapun yang terpilih tetap kita yang menang Indonesia”, pesan beliau.

 

 

TINGGALKAN BALASAN