JIHAD MENJAGA KEUTUHAN NKRI

Masih relevankan kita menjaga NKRI? Mungkin sebagian orang masih ada pertanyaan semacam ini. Memang, pasukan TNI dan kepolisian Indonesia sudah tidak bisa diragukan lagi. Kemampuan mereka dalam menghalau setiap musuh, sudah teruji. Namun, menjaga keutuhan tidak hanya menjaga keutuhan teritori negara. Menjaga keutuhan tidak hanya menjaga agar Indonesia tidak diserbu penjajah, namun juga melindungi negeri dari penjajahan dalam bentuk lain. Penjajahan ekonomi, budaya, ataupun paham-paham yang menyesatkan dari luar Indonesia.

Apakah penyebaran paham ini bisa mengganggu keutuhan NKRI? Tentu. Terbukti, ajaran kekerasan yang mengatasnamakan agama, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal dan intoleran, terbukti membuat generasi kita menjadi radikal. Banyak membuat masyarakat saling curiga dan membenci kepada orang lain, hanya karena berbeda agama. Jihad dimaknai sebagai perang. Dan memerangi orang yang berbeda agama, dianggap sebagai kebenaran. Padahal, semuanya itu jelas salah dan tidak dibenarkan berdasarkan ajaran Islam.

Mungkin kita masih ingat, resolusi jihad yang dipelolopori oleh KH Hasyim Asyari di era kemerdekaan. Jihad ketika itu ditujukan untuk melawah penjajah, yang ingin menguasai NKRI. Para santri pun akhirnya terdorong dan ikut berkontribusi, membantu tentara untuk mengusir Inggris yang ketika itu ingin menguasai Surabaya. Jihad untuk mendapatkan kemerdekaan, dibenarkan menurut Islam. Tak heran jika para ulama ketika itu, mengajak semua pihak untuk melakukan jihad melawan penjajah.

Namun, kelompok radikal dan teroris justru mengartikan jihad secara salah. Jihad dimaknai sebagai perang untuk memusuhi pihak-pihak yang dianggap berseberangan. Perang melawan polisi, perang melawan pemerintah dianggap sebagai bagian dari jihad. Hal inilah yang selalu dilakukan oleh jaringan ISIS di Indonesia. Mereka tidak hanya menebar teror, tapi juga memusuhi semua orang yang dianggap mengganggunya. Hal ini tentu bisa mengancam keutuhan NKRI.

Untuk itulah, mari kita berjihad untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Jika di era kemerdekaan, jihad dilakukan dengan cara melawan penjajah, tentu dalam konteks saat ini, jihad sudah tidak relevan lagi dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Di era yang seperti sekarang ini, bekerja untuk mendapatkan nafkah sejatinya juga merupakan bagian jihad. Menebarkan perdamaian dan menciptakan tatanan kehidupan yang tenang, juga merupakan bagian dari jihad. Lalu, bagaimana dengan Anda? Tetap jihad dengan menjaga keutuhan NKRI atau jihad dengan merusak NKRI? Pilihan ada di tangan kita.

Ingat, Indonesia bukanlah negara konflik. Karena Indonesia bukanlah negara konflik, maka jihad dengan alasan perang tidak relevan lagi. Sebaliknya, Indonesia adalah negara damai. Maka jihad yang harus dilakukan adalah mempertahankan kedamaian tersebut. Jihad yang damai ini akan bisa menjaga kerukunan dan keharmonisan bangsa Indonesia yang penuh dengan keberagaman ini. Indonesia tidak hanya terdiri dari suku Jawa, tapi juga ada suku Dayak, Sunda, hingga Asmat yang ada di Papua sana. Indonesia juga tidak hanya Islam meski mayoritas penduduknya muslim, tapi juga ada Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu hingga aliran kepercayaan. Indonesia tidak hanya terdiri dari daratan, tapi juga lautan dengan berbagai keanekaraman alamnya. Semuanya itu  perlu dijaga, agar NKRI tetap utuh dan jauh dari perpecahan.

Oleh : Sri Nuraini (https://www.kompasiana.com/sri.nuraini/jihad-menjaga-keutuhan-nkri_5974b268a666644bca586712)

TINGGALKAN BALASAN