Menanti Solusi Banjir Jakarta

JAKARTA, Semarak.news – Hujan lebat disertai kilauan kilat menyapa Ibu Kota. Suara petir yang menggelegar menimbulkan suasana tersendiri bagi warga. Mereka kian waspada setelah melihat langit Jakarta tampak semakin gelap tertutup awan yang sangat hitam.Kondisi ini mengidentifikasikan bahwa cuaca pada Senin siang 11 Desember 2017 itu bukan kejadian biasa. Cuaca itu bisa dibilang ekstrem.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ekstrem ini terjadi lantaran adanya pengumpulan masa udara basah dan uap air yang cukup signifikan. Proses itu sudah berlangsung sejak Minggu 10 Desember 2017.

“Ada indikasi potensi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan sehingga indikasi potensi hujannya lebih didominasi intensitas lebat-sangat lebat dalam hitungan jam,” kata Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko , Jakarta, Senin (11/12/2017).

Akibat hujan yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut, Jakarta menjadi lumpuh. Tak hanya diwarnai pohon tumbang, sejumlah ruas jalan utama juga dikepung banjir dengan ketinggian variatif.

Pantauan, banjir menggenangi ruas Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Bahkan, kompleks menteri di Jalan Denpasar juga terendam.

Masih di daerah Kuningan juga terlihat air menggenang di depan Bank UOB. Ketinggian banjir mencapai sekitar 40 cm. Banjir yang terjadi menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

Kendaraan roda empat pun sudah tidak dapat melewati daerah tersebut.

Selain itu, banjir juga terjadi di ruas Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto mengarah ke Pancoran. Tepatnya dari depan Gedung Bulog dan Kantor Kemnaker.

Yang terparah, air setinggi 50-100 sentimeter menggenangi jalur terowongan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Akibatnya, para pengendara harus mencari alternatif lain jika tak ingin kendaraannya mogok setelah menerobos banjir.

Seperti truk yang nekat ‘berenang’ di terowongan Dukuh Atas ini. Kendaraan tersebut harus menyerah setelah tak kuat menerjang banjir Jakarta. Akibatnya, truk itu mogok dan didorong warga ke tempat yang lebih tinggi. (http://news.liputan6.com)

TINGGALKAN BALASAN