SCW Desak KPK Segera Tindaklanjuti Lantaran Cabup Morowali 2018 Terindikasi Korupsi

Jakarta, Semarak.News – Aktivis Sulawesi Corruption Watch (SCW), Reza Ali Husain, mendorong munculnya figur bersih untuk memimpin Kabupaten Morowali. Menurutnya, Pilkada Kabupaten Morowali 2018 mendatang harus dijadikan momentum mencari pemimpin terbaik, pemimpin tanpa cela korupsi dan beban masa lalu.

“Kami punya konsen mendorong munculnya pemimpin bersih di Kabupaten Morowali. Ini komitmen kami,” kata Reza Ali Husen, Rabu (8/11/2017).

Dorongan aktivis Sulawesi Corruption Watch untuk memunculkan pemimpin bersih di Kabupaten Morowali tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, ada indikasi bahwa sejumlah calon yang hendak berlaga di Pilkada Morowali 2018 merupakan figur-figur bermasalah.

“Kami melihat figur yang muncul belum sesuai harapan masyarakat. Ada nama yang muncul bahkan cenderung punya masalah,” tambahnya.

Dalam catatan SCW, ada salah satu nama kandidat yang perlu mendapat perhatian serius. “Kabar yang beredar, ada satu kandidat yang dana kampanyenya diambil dari hasil korupsi pertambangan,” terangnya.

Karena itu, Reza Ali Husen mendesak  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya menindaklanjuti hasil laporan LSM terkait korupsi pertambangan di Morowali. Ini penting karena hal tersebut ada kaitan dengan figur yang maju dalam Pilkada Kabupaten Morowali 2018 mendatang.

“Kami mendorong KPK segera menindaklanjuti laporan dari LSM terkait korupsi pertambangan di Morowali. Jangan biarkan ada figur bermasalah ikut maju di Pilkada Morowali 2018 mendatang,” ujarnya.

Sebagai daerah yang memiliki aset sumber daya alam maha dahsyat di Sulawesi Tengah, Pilkada Kabupaten Morowali 2018 dipastikan akan berlangsung memanas. Semua figur akan memperebutkan kabupaten yang memiliki sumber kekayaan berlimpah itu.

Karena itu pula, pagelaran demokrasi 2018 tersebut juga kental dengan aroma dinasti politik keluarga Anwar Hafidz. Anwar Hafidz adalah bupati yang menjabat dua periode dan memiliki kekuatan politik serta finansial yang kuat. Dalam Pilkada Morowali 2018 mendatang, ia akan mengusung adik kandungnya bernama Syarifuddin Hafid.

“Dinasti politik biasanya cenderung dekat dengan praktik-praktik yang melanggar etik. Ini patut diwaspadai,” tutupnya. (AS)

TINGGALKAN BALASAN