Amerika Serikat Perketat Seleksi Imigran

Penyeleksian yang ketat dari imigran yang masuk ke wilayah AS

Jakarta, Semarak.News– Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintakan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk memperketat seleksi terhadap imigran di Amerika Serikat.

Trump mengatakan hal tersebut lantaran peristiwa yang melibatkan imigran asal Uzkbekistan. Dengan adanya penabrakkan sebuah truk pada Selasa (31/10/2017) malam di New York. Peristiwa tersebut menewaskan 8 orang korban dan melukai 11 orang warga negara Amerika Serikat yang sedang berjalan kaki. Pelaku juga telah ditembak dibagian perut dan sedang menjalani operasi.

Menurut keterangan polisi, Pelaku menyewa truk satu jam sebelum melancarkan aksinya. Diketahui, tersanga bernama Sayfullo Saipov masuk ke Amerika Serikat secara legal pada tahun 2010.

Dari pemeriksaan semetara Saipov memiliki surat ziin mengemudi yang dikeluarkan di Florida namun Saipov sendiri bertempat tinggal di New Jersey. Alasan Saipov melakukan hal tersebut karena rasa simpatinya terhadap Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Polisi berpendapat bahwa tindak tersebut termasuk tindakan teror

Trump mengatakan, imigran masuk ke AS melalui “program lotre visa keberagaman”. Program ini adalah pemberian visa bagi warga imigran yang ingin bertolak ke AS dengan tingkat imigrasi ke AS yang rendah.

Melalui akun Twitter-nya Trump mengatakan, “Kami berjuang keras untuk imigrasi berdasarkan sistem prestasi, tidak ada lagi sistem lotre Demokrat. Kami harus lebih tegas (dan lebih pandai)”.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, tindakan pelaku adalah pengecut karena menyasar kepada warga negara yang tidak berdosa. Adapun Gubernur New York Andrew Cuomo menyatakan bahwa ini merupakan teror yang dilakukan “seorang diri”. Karena tidak ada bukti yang mengarah pada perencanaan yang lebih luas

 

 

TINGGALKAN BALASAN