Pendapat Sri Mulyani Tentang Program Padat Karya Cash Jokowi

pendapar Sri Mulyani terkait program Jokowi dalam mengurangi penduduk menengah kebawah

Jakarta, Semarak.news– Demi menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuat suatu proyek bernama Padat Karya Cash. Hal ini bertujuan untuk mendorong daya beli pada masyarakat kelas bawah menggunakan alokasi dana desa.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa, alokasi dana desa tersebut bisa langsung digunakan oleh masyarakat kelas bawah. Dari evaluasi pmeberian dana desa di tahun 2015 dan 2016 juga belum sepenuhnya tersalurkan kepada masyarakat.
“Jadi umpamanya tahun 2015 jumlah anggaran dana desa yang digunakan untuk pembangunan itu 14,2% maka pada 2016 meningkat menjadi 40,5%,” jelas dia.
Dengan hasil tersebut perlu adanya penelitian ulang dalam penyaluran dana desa dalam menanggapi berbagai masalah oleh kepala daerah. Sri Mulyani mengatakan, banyak penggunaan alokasi dana diluar yang diprioritaskan, pekerjaan yang seharusnya dilakukan masyarakat sekitar dengan skema swakelola, dari bukti yang ada malah melibatkan pihak ketiga.

Selanjutnya, pengeluaran dana desa dibelanjakan di luar dari yang dianggarkan.
Pada 2018, Menteri keuangan ini menyebutkan, dana desa difokuskan kepada desa miskin yang memiliki jumlah populasi yang banyak. Misalnya, untuk desa tertinggal maka jumlah transfer dana desa per kapita mencapai Rp 587 ribu. Untuk desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin paling banyak mendapatkan Rp 1,1 juta per kapita.

Sedangkan untuk desa yang tidak tertinggal jumlahnya Rp 269 ribu per kapita. Dengan begitu, Sri Mulyani berharap adanya Padat Karya cash dapat mengurangi jumlah penduduk miskin dan mendorong daya beli masyarakat bawah.

TINGGALKAN BALASAN