Seminar Kebangsaan Pemersatu Kekuatan Pemuda

Seminar Kebangsaan [Sumber: semarak.news/dennismarasi]

Jakarta, Semarak.News – Persatuan BEM Seluruh Jakarta dan Gerakan Mahasiswa Pemuda untuk Rakyat Indonesia (GEMPURI) melaksanakan Seminar Kebangsaan dengan tema “Peran Mahasiswa Dan Pemuda Dalam Mengawal Keutuhan NKRI” bertempat di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat (20/10) siang tadi.

Dalam seminar ini hadir narasumber Kombes Andry Wibowo (Kapolres Jakarta Timur), Zukchijjah Zjulaid, M.Si, M. Saleh Kabakoran (KNPI DKI), dan Ismail Marassabesy (Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya).

Ketua pelaksana, Gunawan Al-Bima dalam sambutannya mengatakan, “20 Oktober 2017 merupakan momentum 3 Tahunan pemerintahan Presiden Jokowi. Pihaknya berharap, pemerintahan Jokowi dapat membawa perubahan yang lebih baik dengan bekerja sama dengan TNI dan Polri, serta dengan pengawalan mahasiswa dan pemuda untuk mambangun bangsa yang lebih baik.”

Dalam diskusi ini disampaikan betapa pentingnya peran mahasiswa dan pemuda, “Dalam aspek psikologi, peran pemuda dan mahasiswa sangat penting dalam mengawal sistem pemerintahan. Tanpa peran mahasiswa dan pemuda, sistem pemerintahan suatu negara tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga mahasiswa dan pemuda merupakan penyanggah suatu negara.” Ungkap Zukchijjah.

Diskusi seperti ini dapat dijadikan alternatif dalam gerakan untuk mengkritisi pemerintah. Sebab gerakan mahasiswa dalam ruang publik mengalami disorientasi persepsi, dalam aspek lain gerakan mahasiswa menjadi hal yang penting dalam mengawal suatu negara.
Tantangan dalam era terbuka saat ini adalah ancaman ideologi asing yang dapat mempengaruhi pemikiran mahasiswa, seperti, komunisme, leberalisme, dan konservatisme. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh mahasiswa dan pemuda untuk dapat mencegah segala ancaman tersebut.

“Mahasiswa dan pemuda harus aktif dan bergerak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45. Selain itu, dalam lingkup internal, diharapkan agar kita tidak mudah dipecah belah dengan berbagai kebijakan, baik dari dalam maupun luar negari. Sehingga dalam hal ini, tugas utama mahasiswa adalah belajar, karena untuk mengawal NKRI juga diperlukan semangat intelektual.” Terang Kombes Andry Wibowo menghimbau mahasiswa dan pemuda.

“Mahasiswa tidak hanya mendorong melainkan juga harus terlibat dalam setiap aspek seperti ekonomi, politik, budaya, keamanan dan hukum.” Imbuh Ismail.
Kemudian Saleh menambahkan, “Sebagai calon pemimpin bangsa pemuda memiliki tanggung jawab dalam membangun negara. Hari sumpah pemuda 28 Oktober sebagai momentum bagi mahasiswa dan pemuda untuk memberikan kontribusi positif bagi negara.”

Mahasiswa dan pemuda harus berinovasi dan aktif karena akan menjadi generasi pemimpin bangsa pada masa mendatang. Banyak tantangan dan hambatan sebagai pemuda, dimana banyak yang terlibat dalam setiap permasalahan, sehingga menjadikan pandangan yang buruk terhadap pemuda tersebut. Diharapkan kepada seluruh mahasiswa dan pemuda agar aktif dalam membangun negara. (WN/DM)

TINGGALKAN BALASAN