Xalisco, A Place, Bentuk Penghormatan Terhadap Penulis Legendaris Amerika Latin

Set Xalisco (sumber: istimewa)

Jakarata, Semarak.News – Gelaran LIFEs 2017 kembali berlanjut, akhir pekan kemarin (14 & 15/10/2017) sebuah pertunjukan instalasi bertajuk Xalisco, A Place sukses memuaskan para penikmat seni dan sastra. Bertempat di Black Box Theater, pentas malam itu cukup membuat penonton yang datang memenuhi kursi berdecak kagum. Pentas dengan durasi sekitar 50 menit itu membuat mata penonton yang hadir tidak berhenti untuk terus fokus terhadap 4 orang pemain yang secara apik bermain mengisi set yang dibangun sangat megah.

Set yang didesain oleh Hanafi memperlihatkan bangunan tembok dengan sebuah gerbang yang sangat mirip dengan kondisi kota Meksiko. Nampak bebatuan yang menyusun tembok dan lantai, yang menjadi pijakan para pemain begitu nyata dengan debu-debu yang bertebaran dan tekstur yang amat mirip dengan kondisi nyata kota Meksiko tempo dulu. Terdapat sebuah ranjang yang disusun dengan miring, dengan bagian atas ranjang yang diposisikan miring disangga oleh tembok yang kokoh.

Dari awal penonton sudah dibuat penasaran dengan dua tokoh yang berpenampilan berantakan dengan pakaian kumuh penuh robekan dan kulit yang penuh debu-debu menempel. Pentas kemudian dibuka oleh tokoh lelaki dewasa yang tiba-tiba turun dari tribun dan menuju ke set panggung. Lelaki itu bermonolog bahwa dirinya sedang berada dalam perjalanan mencari ayahnya yang telah tiada. Berawal dari itulah kemudian cerita dimulai. Pergolakan antara kehidupan dan kematian diperlihatkan dalam babak per babak pentas malam itu. Pergolakan dramatis itu terjadi di sebuah tempat tadi, Xalisco.

Bagian menarik adalah ketika si lelaki dewasa tersebut menceritakan pengalaman bercintanya dengan wajah penuh sumringah. Para penonton nampak begitu gemas dan ikut sumringah.

Cerita ini ditujukan untuk mengenang para penulis legendaris Amerika Latin. Di ruang galeri lantai 2 gedung Komunitas Salihara juga terdapat pameran yang berjudul “Xalisco Performative Exhibition: Juan Preciado”, buah karya Hanafi dalam merespon novel Pedro Paramo karya Juan Rulfo (Meksiko). [DK]

LIFEs masih berlanjut hingga akhir Oktober ini, ikuti informasi selengkapnya di: http://salihara.org/programs/lifes

 

TINGGALKAN BALASAN