Diskusi Hegemoni Pancasila oleh GABI

Jack Sinaga - Ketua GABI

Jakarta, semaraknews – Gerakan anti Bulliyng Indonesia (GABI) menggelar diskusi publik dengan tema’’Hegomoni Pancasila dalam Pendidikan ‘’ (Selasa,26 /09/2017 di Auditorium Adiministrasi Negara Fakultas FISIPOL Universitas Indonesia, kegiatan ini berlangsung di hadiri beberaba pemantik diantaranya ibu Venna Melinda dari Politisi Demokrat anggota DPR-RI Komisi X bidang pendidikan, Mariana selaku Komisioner Komnas Perempuan dan Ketua DPP Jaringan Kemandirian Nasional Jimmy Basuki.

Aktivis Gerakan Anti bullying Indonesia Jack Sinaga yang memandang bahwa persoalan Bullying ini sudah lama terjadi.

“Beberapa contoh kasus yang marak terjadi sekolah, kampus hingga sampai di lingkungan masyarakat beberapa bulan terahir ada salah satu mahasiswa yang berasal dari Universitas Guna Darma sampai trauma, kemudiaan persoalan Bullying juga menjadi perhatiaan orang tua untuk menjaga anak-anak harus banyak di kontrol karena sering terjadi tawuran banyak di kalangan anak-anak remaja apalagi di SMP, SMU” pungkasnya.

Jack sinaga menegaskan bahaya Bullying ini harus segera dicegah, gerakan Anti bullying harus segera memngambil langkah cepat menanggapi krisis karakter di ranah pendidikan ini. Generasi Muda sekarang harus banyak mengambil peran dalam mengkampanyekan indahnya Perbedaan. Maka dari itu Pancasila Harus segera di menangkan dalam Pendidikan guna untuk mengatasi persoalan sosial seperti bullying di ranah Pendidikan.

Politisi Demokrat Ibu Venna Melinda menyatakan bahwa dia sangat memberikan apresiasi besar dari Gerakan Anti Bullying Indonesia karena dirinya dulu sejak SMU sering di bully oleh temannya. Dalam memandang persoalan ini perlu ada kerjasama dengan baik antara instansi dan seluruh elemen agar perlu melakukan sosialisi yang luas di seluruh indonesia untuk bisa mengatasi bullying yang semakin marak.

Bulliying juga ering mendiskriminasi kaum perempuan contohnya pelecehan seksual sehingga banyak perempuaan yang trauma secara psikologin, Komisioner Komnas Peremuan ibu Mariana tegaskan bahwa kaum perempuaan harus setera dengan laki-laki sehingga tidak ada yang namanya diskriminasi di kalangan perempuan dan Institusi Komnas Perempuaam juga menegakan melindungi hak-hak kemerdeaan perempuan .

Ketua DPP Jaringan Kemandirian Nasional menyatakan dengan tegas bahwa Pancasila menolak bullying. Generasi muda perlu mendalami falsafah Pancasila guna menanamkan budaya Gotong royong dalam berbangsa dan bernegara.

Gereakan Anti Bullying Indonesia akan melakukan sosialisi di seluruh penjuru tanah air indonesia yang mempunyai keanekaragaman suku, agama, dan ras. Bangsa kita adalah bangsa yang mengedepankan rasa nasionalisme, gotong royong, toleransi, sektarianisme. Proses ini akan selalu di ekspos di medsos dalam kampanye sehingga kita keluar dari ancaman konflik horizontal, sebagai bangsa yang memiliki rasa kemerdekaan yang bebas baik itu kemiskinan, kebodohan, dan ketimpangan sosial.

“Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mengutakan nila-nilai Pancasila dan UUD 1945 untuk menuju masyarakat yang sejahtera aman dan damai”, pungkas Moderator, Al Kautsar.

TINGGALKAN BALASAN