Pemprov Babel Akan Larang Ekspor Tanah Jarang

Ilustrasi eksplorasi tambang (sumber: eksplorasi.id)

Babel, Semarak.news – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merencanakan akan melarang ekspor mineral ikutan timah atau tanah jarang. Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengatakan, upaya tersebut dilakukan supaya ada investasi baru dalam pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) untuk mencegah pengangkutan logam tanah jarang secara ilegal, baik untuk kebutuhan domestik maupun eskpor.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha dan Niaga PT Timah Tbk, Trenggono Sutioso menyatakan bahwa belum mengetahui rencana larangan ekspor tersebut secara detil dan masih akan terus mempelajari rencana aturan baru tersebut.

Sutioso menegaskan bahwa PT Timah belum mampu mengolah mineral ikutan tersebut. Namun pihaknya berkomitmen akan membangun smelter, untuk memanfaatkan produk turunan timah tersebut. Namun, pembangunan smelter belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia, Jabin Sufianto mengatakan, terdapat 17 unsur kimia yang terkandung dalam produk turunan timah tersebut, yakni scandium, ittrium, lanthanum, cerium, praseodymium, neodimium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium, disprosium, holmium, erbium, thulium, itterbium, dan lutetium.

Sufianto juga menghimbau pemerintah untuk menyusun regulasi yang mendukung iklim usaha khususnya untuk sektor industri timah, karena komoditas tersebut menyumbang devisa bagi negara.

Hingga saat ini, perdagangan jenis tanah jarang tersebut dikuasai oleh China, tambahnya. (why)

TINGGALKAN BALASAN