YLKI Minta Pemprov DKI Usut Dugaan Pelanggaran Penanganan pada Bayi Debora

Bayi Debora yang Diduga Meninggal Akibat Ditelantarkan Pihak RS.

Jakarta, Semarak.news – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pemprov DKI dan Kemenkes untuk mengusut kasus kematian bayi Debora. Apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh RS Mitra Keluarga Kalideres, YLKI meminta agar rumah sakit diberikan sanksi keras.

Pengurus harian YLKI, Tulus Abadi mengungkapkan bahwa terjadi dugaan penelantaran pasien dengan alasan kurangnya biaya administrasi yang berujung dengan kematian pasien.

“Adalah sebuah pelanggaran regulasi dan kemanusiaan jika pihak rumah sakit menolak pasien dengan alasan pasien tidak mampu membayar uang muka yang ditentukan, sementara kondisinya sudah gawat. Fenomena ini menunjukkan betapa ironisnya bahwa rumah sakit yang seharusnya dikelola dengan basis kemanusiaan dan tolong menolong, tetapi justru dikelola dengan basis komersialistik,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pihak rumah sakit sebenarnya telah memberi pertolongan pertama. Namun karena alasan kurangnya biaya administrasi pihak rumah sakit malah menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit lain.

Tindakan yang dilakukan pihak rumah sakit tersebut tidak bisa dibenarkan. Mengingat kondisi bayi Debora yang kritis. Seharusnya rumah sakit bekerja dengan prinsip kemanusiaan. Bukan sekadar berdasar prinsip komersiil. [DZ]

TINGGALKAN BALASAN