Perbatasan Timor Leste - Australia
Credit: http://www.abc.net.au

Den Hag, Semarak.news – Sabtu kemarin (2/8), Pengadilan Arbitrase Pemanen menyatakan bahwa Timor Leste dan Australia telah mencapai kesepahaman batas laut. Namun informasi rinci ini belum akan dipublikasikan hingga perjanjian ini rampung dan diperkirakan akan selesai pada Oktober.

Sebelumnya pada Januari, Timor Leste memutus perjanjian bagi hasil 50:50 dengan Asutralia atas profit yang dihasilkan dari Greater Sunrise untuk masa 50 tahun.

Tom Clarke, juru kampanye peradilan laut Timor Leste, menekankan bahwa Australia enggan mematuhi yurisdiksi yang ditetapkanoleh ketentuan internasional. Australia beranggapan bahwa ladang minyak tersebut adalah milik mereka. Hal ini beralasan bahwa ladang minyak di Greater Sunrise bernilai hingga $40 miliar.

Selain itu, Timor Leste juga menuduh bahwa intelijen Australia melakukan operasi untuk memengaruhi aparatur negaranya agar kesepakatan yang diambil lebih menguntungkan pihak Negeri Kangguru.

Joint Petroleum Development Area

Joint Petroleum Development Area (JPDA) atau kawasan pengembangan minyak bersama saat ini dikuasai oleh ConocoPhillips (57%) yang beroperasi area ladang gas Bayu-Undan dan beberapa titik kondesasi dalam kerja berikat (joint venture) bersama Eni (11%), Santos (11%), INPEX (11%), dan Tokyo Timor Sea Resources Pty (9%). Eksplorai di Bayu-Udan sudah dimulai semenjak 2005.

Lalu embung minyak Kitan si setop produksinya pada Desember 2015.  Area ini digarap oleh Eni (40%) dalam kerja berikat bersama INPEX Timor Sea Ltd (35%) dan Talisman Resources Pty Ltd (25%).

TINGGALKAN BALASAN