Mengenal Sistem J-alert

[google.com]

Jakarta, Semarak.News – J-alert (Bahasa Jepangnya zenkoku shunji keiho sisutemu atau Sistem Peringatan cepat (early warning sytem) dengan cakupan seluruh Jepang)  sudah di berlakukan sejak 29 agustus.  J-alert memberitahukan kepada penduduk daerah Touhoku (bagian utara pulau Honshu), sebagian Kanto (Ibaraki, Tochigi, Gunma, Niigata dan Nagano) dan Hokkaido tentang (perkiraan) adanya rudal yang diluncurkan dengan lintasan melalui Jepang.

Rudal Korea Utara yang melintas Jepang merupakan rudal jarak menengah. Rudal ini kemudian mendarat di bagian timur Hokkaido di laut Samudera Pasifik utara setelah pecah menjadi tiga bagian. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang dilaporkan, baik di udara (pesawat udara) maupun di laut (kapal laut, anjungan laut dll).

Apa itu Sistem J-alert? Menurut penjelasan Badan Manajemen Bencana dan Kebakaran Jepang, J-alert merupakan sistem penyebaran informasi tentang bencana alam yang membahayakan jiwa penduduk agar masyarakat dapat menyelamatkan diri dengan cepat.

Pada dasarnya informasi ini disiarkan melalui speaker yang berada di tiap daerahnya baik kelurahan atau pun di rumah yang di pasang receiver. Kemudian provider telekomunikasi pun di wajibkan untuk memberikan peringatan kepada pelanggan melalu telfon gengam.

Informasi yang diberikan dibagi menjadi beberapa kategori, seperti peringatan serangan yang mengancam keamanan negara maupun bencana alam.

Ada pun cara kerjanya sebagai berikut:

  1. Pemerintah akan mengirimkan informasi agar rakyat berhati-hati dengan adanya (perkiraan) peluncuran rudal. Berita ini akan disalurkan ke sistem radio di pusat penanggulangan bencana di tiap daerah. Kemudian beritanya akan disiarkan melalui speaker ataupun melalui radio penerima di rumah yang memasangnya. Penyedia layanan telekomunikasi seluler juga akan mengirimkan email kepada pelanggannya.
  2. Kemudian jika rudal diperkirakan akan jatuh di Jepang, maka berita ini akan disampaikan lagi melalui cara yang sama dengan nomor 1.
  3. Jika diperkirakan rudah sudah jatuh, maka akan diumumkan bahwa rudal telah melewati wilayah udara Jepang dan jatuh (baik lokasi jatuhnya di daerah/laut di dalam maupun di luar Jepang). Informasi ini juga akan disampaikan melalui cara yang sama dengan nomor 1.

 

Kekurangan dari Sistem

  1. Sampai saat ini Jepang masih belum punya shelter yang bisa menangkal rudal. Sedangkan untuk bencana alam seperti gempa dan tsunami sudah dapat di antisipasi.
  2. Sistem j-alert ini mempunyai tegang waktu 3 menit, itu merupakan waktu yang terlalu singkat untuk menyelamatkan diri.
  3. Ada beberapa daerah yang tidak menerima informasi karena J-alert jarang digunakan. (ARS)

TINGGALKAN BALASAN