Panglima TNI Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembelian Helikopter Agusta Westland 101

Jakarta, Semarak.news – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pembelian helikopter Agusta Westland (AW) 101.

“Penyidik POM TNI mempunyai alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyidikan dan menetapkan tiga tersangka dari anggota militer,” ungkap Gatot, ketika konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Jumat (26/5).

Ketiga tersangka berinisial Marsma TNI FA, Letkol. Adm TNI BW dan Pelda SS diduga telah menyalahgunakan wewenang sehingga menimbulkan kerugian negara.

Dari hasil penyelidikan POM TNI, diduga terjadi penyimpangan yang dilakukan para pejabat yang ditunjuk dalam proses pengadaan.

Sebelumnya, kasus pembelian helikopter Agusta Westland menuai kontroversi lantaran tidak diketahui Panglima TNI. Helikopter yang hendak dibeli sempat disebut-sebut sebanyak enam unit namun, hal itu dibantah Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto.

Hadi memastikan bahwa pembelian helikopter AgustaWestland 101 (AW 101) hanya satu unit.

Presiden Joko Widodo pada Desember 2015 lalu telah menolak usulan TNI Angkatan Udara terkait pengadaan helikopter karena menurut Presiden, pembelian helikopter VVIP itu terlalu mahal di tengah kondisi ekonomi nasional yang belum stabil.

Namun, satu tahun berselang, TNI AU tetap membeli satu unit helikopter AW 101. Kerugian negara ditaksir sekitar Rp 220 miliar dari pengadaan helikopter tersebut.(COB)

TINGGALKAN BALASAN