Saatnya Produsen Narkoba Gulung Tikar

Saatnya Produsen Narkoba Gulung Tikar

Memasuki beberapa bulan di tahun 2017,  berbagai jenis narkoba baru ditemukan baik oleh BNN maupun Polri. Tembakau Gorila yang sudah lama beredar di pasaran, namanya baru naik ke permukaan pada tahun ini. Narkotika golongan I tersebut merupakan tembakau yang berbahaya karena telah dicampur dengan ganja sintetis (5-flouro ADB).

Narkoba jenis baru seperti tembakau gorila termasuk sulit untuk dideteksi keberadaannya. Tembakau gorila ini biasanya dicampurkan dengan tembakau rokok kemudian dihisap layaknya merokok pada umumnya. Sebatang rokok yang mengandung tembakau gorila bisa dihisap oleh 5 orang dengan efek halusinasi alias ngefly.

Ada lagi yang bernama Blue Safir. Narkoba jenis baru ini memiliki nama asli 4-klorometkatinon atau 4-CMC. Narkoba ini berbentuk cair dan berwarna biru sesuai namanya. Penjualannya dalam botol kecil mirip botol liquid vape, sehingga sulit dideteksi. 4-CMC juga ada dalam bentuk serbuk dan dicampur minuman yang disebut Snow White.

Sedikit pengetahuan tentang narkoba di atas semoga bisa menghindarkan kita dari barang haram tersebut. Karena kebanyakan, pecandu berawal dari ‘tak tahu’ lalu kemudian terjebak. Tidak ada salahnya kita mengingatkan teman dan keluarga serta orang yang kita sayangi dari bahaya narkoba ini. Semakin hari, narkoba diciptakan untuk sulit dideteksi. Hati-hati.

 Sadarkah kita bahwa orang di luar sana dengan sengaja mengedarkan narkoba—yang selain kepentingan bisnis—untuk menghancurkan suatu negara. Dengan strategi klasik, yaitu memangkas produktivitas warga (yang telah menjadi pecandu). Jadi sudah selayaknya, di generasi kita inilah seharusnya produsen narkoba gulung tikar karena barang dagangan mereka tidak laku.

Penulis: Sugeng Yulianto

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN