Pilkada Usai, Mari Bersatu Kembali

Saya ajak semua warga, mari kita pertahankan kesejukan dan kenyamanan ini sampai nanti akhir penghitungan suara. Begitulah kira-kira ucapan sekaligus harapan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian usai Pilkada DKI Jakarta putaran kedua dilaksanakan.

Setelah diwarnai berbagai macam aksi demonstrasi dan protes sana-sini, saling serang antar pendukung pasangan calon, hingga propaganda media sosial dari pihak-pihak yang berkepentingan, akhirnya Pilkada DKI Jakarta puteran kedua berjalan dengan lancar dan damai. Tidak ada tersiar berita tentang adanya kecurangan dan keributan saat pemungutan suara berlangsung.

Yang jelas, DKI Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan, menjadi medan pertempuran dengan berbagai macam operasi, taktik, dan strateginya bagi calon pemimpin yang ingin membawa Jakarta dan Indonesia menjadi lebih baik. Semoga.

Situasi yang pernah memanas saat ini menjadi dingin lagi menyusul kekalahan pasangan Ahok-Djarot dari hasil quick count beberapa lembaga survei meskipun hasil resmi dari KPU masih belum keluar. Pendukung pasangan Anies-Sandi masih bersuka cita merayakan kemenangannya. Sebaliknya pendukung pasangan Ahok-Djarot sepenuhnya telah legowo menerima kekalahan idolanya.

Berjalannya pemungutan suara dengan aman juga tidak bisa lepas dari peran aparat keamanan yang turut berjaga sampai ke TPS. Di puluhan titik jalan masuk utama ke Ibukota diadakan operasi lalu lintas untuk mencegah mobilisasi massa dari luar kota saat hari pilkada putaran kedua berlangsung. Kedua hal tersebut cukup efektif dalam menjaga keamanan disamping masih banyak lagi operasi pengamanan yang digelar.

Namun yang wajib diapresiasi adalah semangat partisipasi masyarakat DKI Jakarta dalam melaksanakan pesta demokrasi kali ini. Ditambah dengan adanya kesadaran bahwa persaingan hanya terjadi saat kampanye saja, setelah itu bersatu lagi dan memberikan kepercayaan kepada siapapun Gubernur yang diamanahkan memimpin nanti.

Penulis: Sugeng Yulianto

TINGGALKAN BALASAN