Uang Baru dan Ancaman Perpecahan Bangsa Indonesia

Uang Baru [waktuku.com}

Indonesia. Apa yang terpintas dalam pikiran jika berbicara tentang Indonesia? Mungkin bisa di deskripsikan dengan satu kata yaitu keanekaragaman. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia dan negara dengan kebudayaan yang bermacam-macam pula. Mulai dari bahasa, suku, adat istiadat, sosial budaya, dan masih banyak lagi. Uniknya, Indonesia bisa bersatu dalam perbedaan yang ada tersebut, terutama pada masa memerdekakan Indonesia. Begitu indahnya persatuan dan keadilan yang bisa kita lihat pada masa perjuangan tersebut.

Namun saat ini, persatuan tersebut seolah-olah hilang dan tidak bermakna sama sekali. Hal tersebut disebabkan oleh munculnya isu-isu nasional akhir-akhir ini yang membawa permasalahan seputar perbedaan yang di miliki Indonesia dalam berbagai ranah yang dapat memecahkan persatuan dan keutuhan negara ini. Bahkan bukan hanya perbedaan saja yang di permasalahan di publik, penimbulan isu yang bersifat menyerang pemerintah pun kerap kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua tahu saat ini isu teraktual yaitu terkait uang baru yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Begitu banyak tanggapan yang di berikan oleh masyarakat. Pastinya selalu ada pro dan kontra di dalam setiap kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah. Kontra yang sangat terlihat seperti adanya pahlawan yang berasal dari non-Muslim hingga lambang yang diduga merupakan lambang partai komunis yang dilarang oleh Indonesia.

Ada beberapa pihak yang mempermasalahkan lambang yang terdapat pada uang terbitan baru tersebut. Mereka menilai bahwa lambang yang merupakan tulisan ‘BI’ tersebut mirip dengan lambang palu arit yang merupakan lambang partai komunis. Jika diperhatikan dengan seksama, lambang tersebut hanyalah tulisan ‘BI’yang dibuat sedemikian rupa untuk mempersulit pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencegah munculnya uang palsu. Lambang tersebut sama sekali tidak menyerupai gambar palu arit seperti yang di katakan oleh pihak kontra. Jika masalah sekecil ini saja terus menerus diperdebatkan, bagaimana dengan masalah besar yang sudah menunggu Indonesia di hari depan?

Sudah selayaknya kita sebagai warga negara Indonesia mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bersifat membangun. Bukan hanya menjadi pengeritik saja dan mencari-cari alasan untuk kesalahan yang di perbuat pemerintah, yang pada kenyataannya kesalahan yang dituduhkan pun hanyalah fiktif belak. Karna itu, mari lah kita pererat lagi tali persatuan kita dan kita bangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi kedepannya. Jika bukan kita yang membangun Indonesia, lalu siapa lagi?

[MHA]

TINGGALKAN BALASAN