Semen Indonesia Resmi Menghentikan Penambangan

Kajian Lingkungan Hidup Strategis akhirnya merekomendasikan penambangan tak dapat dilakukan di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih di Rembang. [Sumber : cnnindonesia.com]

Jakarta, Semarak.news – Kegiatan pertambangan oleh Pabrik Semen di Rembang Jawa Tengah akhirnya tidak dapat dilakukan di Cekungan Air Tanah Watuputih Kabupaten rembang atas keputusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyebutkan Tim Pelaksana KLHS untuk Kebijakan Pemanfaatan dan Pengelolaan Pegunungan Kendeng yang Berkelanjutan merekomendasikan penambangan di CAT Watuputih belum dapat dilakukan dari hasil penyelidikan tahap I mencakup zona Rembang (CAT Watuputih) dan Tahap II mencakup keseluruhan pegunungan Kendeng yang melintasi tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Hasil KLHS tahap I dijadikan rujukan oleh Kementerian ESDM untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam melakukan pendalaman terhadap fungsi lindung CAT Watuputih, melalui pengumpulan data primer,” kata Teten di Jakarta, Jumat (12/4).

Dengan rekomendasi itu, PT Semen Indonesia Tbk (Persero) belum dapat melakukan aktivitas penambangan di CAT Watuputih. Saat ini, pabrik semen di milik BUMN itu sudah berdiri dan mengambil bahan baku dari Tuban, Jawa Timur untuk proses uji coba.

KLHS Tahap II ditargetkan untuk selesai paling lambat 2 bulan mendatang. KLHS itu tak hanya untuk PT Semen Indonesia, namun juga terkait dengan 21 IUP lainnya.

Padahal menurut Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan bahwa CAT Watuputih tidak termasuk zona kendeng dan berada di antara rembang dan kendeng yang tidak mengandung air tanah. (GIS)

TINGGALKAN BALASAN