Rudi Tersinggung, Dirut BRIGHT PLN Batam Tidak Hadir di Acara Demo Kemarin

Walikota Batam, Rudi di Demo Kenaikan Tarif Listrik [IKA/ Semarak.News]

Batam, Semarak.News – Polemik akan kenaikan tarif listrik PLN di wilayah Kepri yang saat ini sedang bergulir dengan adanya aksi demo penolakan tarif listrik yang digelar di depan Pemko Batam membuat Walikota Batam H. Muhammad Rudi tersinggung! pasalnya, Pergub Kepri Nomor 21 Tahun 2017 yang telah ditanda tangani Gubernur Kepri Nurdin Basirun dianggap telah cukup memberatkan masyarakat, apalagi selaku pemangku kebijakan pemerintahan di Batam dirinya tidak diajak berbicara dengan kebijakan tersebut, senin (17/04/17).

Ketersinggungan Rudi tak hanya disampaikan di depan para pendemo yang terdiri dari berbagai unsur elemen masyarakat, namun juga dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat sipil dari berbagai kecamatan di Batam, unsur masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (AMPLI) itu, lanjut said, antara lain; Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), SATRIA KEPRI, P4WB, DPD PEKAT IB Batam, PATEN, FPPM, SBSI, Sahabat Indra, PETA, Komunitas Se-Batam, BEM UNRIKA, HMI Komisariat Ibnu Sina, Masyarakat Sagulung, Masyarakat Batu Ampar, Masyarakat Lubuk Baja, Masyarakat Batu Aji, Nongsa, Sekupang, Batam Kota, Bengkong, BEM STT IBSI, Komunitas Ojek Online dan WALIKOPI Batam.

Dalam pernyataan rasa kekesalan dan kekecewaan Rudi tergambar jelas dari nada pembicaraannya yang langsung menuding Kepala PLN yang tidak menghormati atas undangan surat resmi yang dilayangkan kepada petinggi listrik tersebut karena tidak mau datang menghadiri undangan resmi dan hanya mengirimkan perwakilannya saja yang langsung ditolak olehnya.
“ Batam ini adalah rakyat saya, keputusan apapun itu sesuai uu nomor 23 yang harusnya minimal ada rekomendasi kepada Kepala Daerah (Walikota) supaya pak Gubernur dalam mengambil keputusan tidak dipersalahkan, karena tidak meminta masukan, “ papar Rudi dengan nada kesal.

Selain menyayangkan tindakan Gubernur Kepri dan PLN yang tidak mengajak Walikota duduk be rsama dalam pembahasan tarif listrik PLN, Rudi juga mengaku kecewa karena selama ini PLN mengaku mengalami kerugian, namun tidak memberikan laporan secara transparan atau terinci yang bisa diketahui oleh masyarakat secara umum.
“Kalau Kepala Daerah tidak dimintai pendapat mengenai keputusan, coba bagaimana? Tanya Rudi kepada Media tanpa minta dijawab!. Said Dahlawi saja selaku koordinator Demo saja mau minta di ajak rapat! Masak! Walikota saja, tidak diajak rapat ! kiamatlah dunia ini, “ Selorohnya.

Menurut Rudi harusnya PLN mau bertemu dengan Pemko duduk bersama dan berbicara gimana cara mengatur peraturan kenaikan listrik sesuai dengan undang-undang itu, sehingga Saya selaku Walikota Batam bisa memberi masukan yang terbaik buat masyarakat biar masyarakat tidak resah seperti ini.

“ Saya tidak merasa kecolongan karena tidak diundang dan saya tidak kecewa sama Gubernur tapi saya merasa kecewa dengan kepala PLN karena harusnya perlu diketahui, Dia hidup di tanah Pemerintahan Kota Batam dan wilayah kerjanya di bawah Pemerintahan Kota Batam, sesuai dengan UU itu mengatur kesana dan harusnya kita ketemu dulu dan bicarakan, yang nantinya saya beri masukan, maunya rakyat saya demikian lho! Anda mau naik, Saya mau tau, kira-kira ruginya apa , berapa dan dimana! Saya mau tau! Nah! katanya rugi nih! ruginya dimana tak tau saya, “ urainya ketus.

Selain ungkapan rasa kesal kepada Kepala PLN, Rudi juga memberi ultimatum bahwasannya banyak urusan terkait wilayah kerja PLN yang harus berurusan dengan Pemko Batam.

“Perlu diketahui seluruh gardu-gardu di Fasum ada di tangan Saya dan seluruh jaringan ada ditangan Saya, jelas Rudi tanpa membeberkan maksud ucapannya, dan tolong tulis ya kalau Saya tersinggung, beliau (Kepala PLN) tidak hadir disiang hari ini atas panggilan resminya hanya diwakilkan saja, “ tegasnya.

Diakhir wawancaranya Rudi juga menyampaikan kepada masyarakat akan memperjuangkan aspirasi dan keluhan warga tentang kenaikan tarif listrik dengan keputusan Pergub yang sesuai dengan kemampuan masyarakat Batam. “ Gubernur sudah disampaikan itu dan saya akan perjuangkan itu, tarif akan turun dan Saya butuh pemaparan dari Direktur PLN kira-kira kebutuhan anggaran berapa sih! apabila tekor itu ada hitungan, “pungkas Rudi.

Dari pantauan dilapangan masyarakat yang berdemo hari ini langsung membubarkan diri dengan tertib saat Gubernur Kepri Nurdin Basirun memutuskan besok akan segera mengambil tindakan musyawarah yang akan melibatkan perwakilan masyarakat dan Walikota Batam dan PLN. (IKA)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN