4 Bekas Kota Kuno yang Terkenal di Dunia

Machu Pichu. [Foto: kandor path tours]

Semarak.news – Kehidupan kuno masa lalu selalu menimbulkan banyak pertanyaan dan teka-teki. Peradaban yang sudah dibangun, saat ini hanya tinggal sisa reruntuhan kota yang hancur. Kehancuran itu bisa disebabkan oleh bencana alam, peperangan, dan juga karena faktor penduduk yang meninggalkannya.

Berikut 4 bekas kota kuno yang terkenal di dunia yang telah dirangkum oleh Semarak News:

  1. Machu Picchu

Macchu Picchu adalah kota di puncak bukit yang ditemukan sekitar tahun 1911 oleh sejarawan Hawaiian, yang sebelumnya tempat ini tersembunyi selama ratusan tahun diatas lembah Urubamba. Sehingga tempa ini dijuluki “Kota hilang suku Inca”.

Walaupun reruntuhan, Macchu Picchu sangatlah indah dan megah, puing-puing bangunan di sana bersatu dengan alam sekitar, sehingga menjelajahi Macchu Picchu seakan memasuki dunia dongeng.

  1. Babylonia

Reruntuhan kota selanjutnya terletak di selatan kota Baghdad-Irak, yakni Babylon. Babylon merupakan ibu kota dari kerajaan Babylonia, kerajaan kuno Mesopotamia yang berkembang di sepanjang aliran sungai Euphrates.

Kota ini sempat menjadi bagian kerajaan Anarchy Circa pada 1180 dan dikuasai sekali oleh kerajaan Assyrian pada abad ke-9. Salah satu daya tarik tempat ini yakni saat Raja Babilonia kala itu, Nebukanedzzar (604-562 SM) membuat taman gantung indah di tengah-tengah kota. Namun saat ini, kita hanya bisa menyaksikan reruntuhan kota legendaris ini.

  1. Memphis

Memphis didirikan sekitar 3.100 sebelum Masehi, merupakan kota legendaris yang letaknya di selatan Kairo. Saat itu, kota megah ini merupakan kediaman Raja Menes, yakni raja yang mempersatukan kerajaan Mesir utara dan kerajaan Mesir selatan.

Bisa dibilang, Memphis adalah ibu kota pertama Mesir kuno. Setelah Menes wafat, kota ini diperluas pada dinasti Saqqara. Kota ini pun pernah dikuasai oleh beberapa kerajaan besar, mulai dari Nubia, Assyiria, Persi dan bahkan Alexander the Great dari Macedonia pun pernah menguasai kota ini.

  1. Petra

Kota ini dulunya merupakan masterpiece dari peradaban kuno zaman dulu, tepatnya bekas ibu kota kerajaan Nabatean. Reruntuhan kota ini sempat hilang dari peta, sampai ditemukan kembali oleh traveler Swiss, Johann Ludwig Burckhardt pada 1812.

Kota ini sugguh unik, karena dibangun di dalam celah canyon Wadi Musa, dengan memahat batuan di dalamnya. Saat masa jayanya, kota ini dilalui oleh para pedagang dari Tiongkok dan dari Eropa, sebagai tempat transit/istirahat di jalur sutra. Namun, karena sering dilanda gempa, para penghuni di dalam kota banyak yang pindah dan mengungsi. Akhirnya sekitar abad ke-6, Petra benar-benar ditinggalkan oleh penduduknya. (SAM)

TINGGALKAN BALASAN