Kicauan Peluru Merah

Oleh: Mahdiatha Allam Wahyudi

Ilustrasi: kompasiana.com

Waktu memakanku perlahan
Tak hirau hanya berjalan maju
lalu apa yang kau banggakan ?
Dari secuil sombongmu itu

Entah sadar namun perlahan pudar
Terbitnya Matahari redup rembulan
Tak bisa dikata hanya sebentar
salah kami terlena dengan nyaman

Suara dentuman menderu-deru
Peluru melontar menembus tulang
lalu ingatkah kau luka pahlawanku ?
bela negrimu hingga melayang

Perahu merah perlahan menepi
Camar putihpun hinggap dilayar
Lalu apa celotehmu masih kembali ?
Teringat pahlawanku yang tak terbayar

TINGGALKAN BALASAN