Poltekpar Lombok Mempersiapkan SDM Pariwisata Profesional

Mataram, Semarak.news – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan mengajak semua stakeholder di Nusa Tenggara Barat untuk bersinergi dalam memajukan pariwisata. Melalui eksistensi dan peran Politeknik Pariwisata Lombok dalam mempersiapkan sumber daya manusia pariwisata profesional. (Rabu, 05/04)

Nusa Tenggara Barat sedang gencar melakukan promosi pariwisata dan dengan hadirnya Politeknik Pariwisata Negeri Lombok yang merupakan institusi perguruan tinggi kepariwisataan di bidang yang berstandar internasional dapat membantu majunya pariwisata Nusa Tenggara Barat. Perguruan tinggi ini berkomitmen untuk menghasilkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang siap dan profesional di bidang kepariwisataan.

“Dalam pertemuan ini saya mengajak semua stakeholder, baik dari industri dan asosiasi untuk bekerja sama dengan poltekpar Lombok ini. Mahasiswa langsung terjun ke lapangan agar lebih menguasai kinerja di pariwisata dan menjadi sumber daya yang profesional”, tutur Prof. DR. HM. Ahmad Syah, deputi bidang pengembangan kelembagaan kepariwisataan di Golden Palace.

Pada tanggal 27 April 2017, Politeknik Pariwisata Negeri Lombok akan melaksanakan diesnatalis pertama. Perguruan tinggi ini pun berbasis pada pengetahuan, budaya dan lingkungan sosial dengan cara pembelajaran 70% langsung terjun ke lapangan, serta 30% teori. Program yang diberikan dalam bentuk dua bahasa yang diakui oleh Indonesia dan ASEAN.

“Jika semua stakeholder yang hadir bersinergi, baik dari industri maupun asosiasi dan para pelaku pariwisata sendiri pasti pariwisata Nusa Tenggara Barat ini akan sangat maju dan berkembang. Itu semua juga akan berdampak pada perkembangan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Barat”, lanjut Ahmad Syah.

Dengan adanya Politeknik Pariwisata Negeri Lombok ini juga bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat tentang kepariwisataan. Semua dosen yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia diwajibkan untuk terjun ke lapangan untuk praktek, ditujukan agar saat mengajar mahasiswa tidak hanya teori saja. (dee)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN