Lokasi Longsor Ponorogo Masuk Daerah Rawan Bencana

Lokasi longsor di ponorogo (sumber: merdeka)

Ponorogo, Semarak.news – Lokasi longsor di Desa Banaran, Ponorogo, Jawa Timur dianjurkan tidak dijadikan sebagai pemukiman pasca longsor (01/04/2017). Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Yanuar Rachmadi, mengatakan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah rawan bencana.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melansir, di wilayah tersebut terdapat patahan dan masuk dalam tipe kontur tanah menengah tinggi.

Pengalihan fungsi lahan yang terjadi juga disesalkan karena wilayah desa Banaran yang memiliki perbukitan dengan vegetasi bagus seharusnya lebih banyak ditumbuhi pohon hutan lindung. Namun, faktanya perbukitan desa Banaran mayoritas kini mengalami perubahan fungsi lahan. Hutan lindung yang sebelumnya ada saat ini diganti dengan tanaman alang-alang yang dinilai memiliki nilai ekonomis seperti jagung dan jahe.

“Tanaman itu dari segi ekonomis memang menguntungkan masyarakat, namun tidak bagus untuk ketahanan alam atau lingkungan,” kata Yanuar.

Saat disinggung mengenai potensi longsor susulan, Yanuar menyatakan tidak mempunyai kewenangan menyampaikan hal tersebut. Menurutnya, PVMBG perlu mengadakan uji di bagian kiri dan kanan sekeliling perbukitan tersebut untuk menentukan apakah seluruh wilayah tersebut masuk daerah yang rentan.

Sementara itu, proses evakuasi korban longsor saat ini masih berjalan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa ketebalan longsoran yang mencapai kedalaman 50 meter, luas landasan yang longsor dan morfologi permukaan tanah yang berubah mempersulit tim SAR melakukan proses evakuasi. (HND)

TINGGALKAN BALASAN