Menakar Tingkat Bahaya Menyemen Kaki Petani Kendeng

Beberapa petani Kendeng melakukan aksi semen kaki. Hal tersebut sangat berbahaya karena akan menyebabka Sindrom Kompartemen [sumber: cnn]

Jakarta, Semaraknews – Menakar tingkat bahaya menyemen kaki yang dilakukan oleh petani Kendeng. Aksi semen kaki yang dilakukan oleh para petani Kendeng merupakan bentuk aksi protes atas pembangunan perluasan PT Semen Indonesia. Aksi semen kaki sudah dimulai sejak Senin 13 Maret 2017 dipelataran Istana Negara.

Diluar polemik yang berkembang mengenai tuntutan warga Kendeng yang menolak adanya pembangunan perusahaan PT Semen Indonesia diatas sumber air, terdapat efek samping yang cukup berbahaya bagi para petani yang melakukan aksi semen kaki. Penyakit seperti Sindrom Kompartemen akan bermunculan.

[sumber: Slideshare, Andreas Chandra]
“Jika semennya memang benar-benar menekan kaki, itu berpotensi menyebabkan compartment syndrome atau sindrom kompartemen karena saraf dan aliran darah tertekan,” kata dokter M. Adib Khumaidi, SpOT, spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi di RS Sari Asih Karawaci dikutip KOMPAS.

Sindrom Kompartemen merupakan suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan interstitial dalam sebuah ruangan terbatas yang disebut kompartemen osteofasial menjadi tertutup. Sehingga mengakibatkan berkurangnya perfusi jaringan dan tekanan oksigen jaringan.

“Gejala yang harus diawasi dimulai dari rasa kesemutan. Makin lama, kaki akan pucat membiru,” terang dokter Adib.

“Ada yang disebut golden period atau masa emas pada sindrom kompartemen, yaitu selama enam jam. Pada waktu tersebut, harus segera ada tindakan medis atau berpotensi kaki harus diamputasi,” tambahnya.

Ciri – ciri para penderita sindrom kompartemen yakni adanya rasa nyeri pada pergelangan kaki, kulit terasa dingin dan berwarna pucat, terdapat rasa gatal dan panas, hingga kegagalan menggerakkan sendi.

[sumber: wp]

TINGGALKAN BALASAN