Peduli Dunia Dengan Earth Hour

Opera House merayakan Earth Hour [ Sumber : Tempo.co]

Sydney, Semarak.news – Dalam memperingati Earth Hour, Opera House Sydney dan Harbour Bridge menjadi gelap gulita pada Sabtu (25/3). Pemadaman lampu tersebut menjadi bentuk perayaan mereka peduli terhadap perubahan iklim yang terjadi di muka bumi.

Jutaan orang dari sekitar 170 negara dan wilayah dapat mengambil bagian dalam upaya tahunan yang menyorot pemanasan global akibat pembakaran batubara, minyak, dan gas untuk mobil dan pembangkit listrik. Acara tersebut menjadi kampanye lingkungan di seluruh dunia dan dirayakan di seluruh benua.

Kelompok konservasi WWF yang menyelenggarakan Earth Hour mengatakan langkah besar telah dibuat untuk menyorot keadaan planet bumi yang mengerikan.

Momen simbolis ini telah berubah menjadi gerakan global seperti sekarang ini benar-benar sikap rendah hati dan suara tentang kuatnya peran orang dalam isu-isu yang memengaruhi kehidupan mereka.

Mulai dari Australia, aksi itu bergerak ke arah barat melewati Asia, di mana langit Hong Kong terlihat gelap sebagai solidaritas. Lalu pagoda paling suci di Myanmar, Shwedagon, menyalakan 10.000 lampu minyak sebagai keikutsertaan dalam aksi. Acara ini juga dilakukan di seluruh Afrika, Eropa, dan Amerika.

Monumen termasuk Empire State Building, Kremlin, Big Ben, Menara Miring Pisa, Menara Eiffel, dan Piramida Mesir telah direncakan untuk mematikan penerangannya. Lisbon akan menjadi tuan rumah konser dengan cahaya lilin, Singapura melakukan aksi netral karbon, dan Tanzania akan menyelenggarakan upacara penanaman pohon. (GIS)

 

TINGGALKAN BALASAN