DEVIL

“Lepaskan aku…” Arthur mengerang kesakitan.

“Sudah kubilang bukan aku yang mencuri permata sang Lucifer.. argh!”

“Kau bisa diam atau tidak! Kau ini iblis baru, bisa-bisanya kau melakukan hal sebodoh itu! Tunggu sampai sang Lucifer tau apa yang kau lakukan! Akan kubawa kau ke Zoroka!”

Kedua orang iblis penjaga itu mulai menyeret Arthur ke dalam sebuah lorong yang gelap. Suara – suara erangan iblis lain mulai merasuk melalui celah-celah dinding lorong yang dingin. Keadaan dunia iblis yang tanpa cahaya ditambah lagi erangan menyeramkan dari para iblis yang sedang dihukum itu, membuat Arthur merasa ketakutan, benar-benar takut. Yap, Zoroka adalah tempat dimana para iblis yang melanggar peraturan di hukum dan sekaligus menjadi tempat tinggal sang Lucifer.

 

‘BLAMMM’

Tubuh Arthur dijatuhkan begitu saja. Dia menengok ke arah atas, dilihatnya sang Lucifer, raja dari semua raja, pemimpin dari semua pemimpin. Yah dialah raja dunia iblis. Tubuhnya yang  empat kali lebih besar daripada Arthur, matanya yang merah dan dua tanduk yang tumbuh di kepalanya dengan rambut yang semrawutan itu, benar-benar sangat um.. menakutkan.

“ Sungguh aku tidak mencurinya Lucifer..”

“Kau masih bisa-bisanya berbohong padaku hah?”

“Coba geledah saja badanku ini atau apapun terserah kau..”

“Cih dasar bodoh! Dasar iblis baru! Aku ini Lucifer, raja dari segala raja, pemimpin dari segala pemimpin.Kau pikir aku tak tahu kalau permata itu telah kau leburkan ke dalam tubuhmu dengan cara eusprame! Kau bahkan pintar sekali sampai mengetahui cara itu, darimana kau belajar?!” Marah sang Lucifer.

 

Mendadak Arthur mengeluarkan pedang bermancarkan cahaya merah hitam pekat.

“Hai kau Lucifer! Jangan kau merasa hebat sendiri! Memang aku ini iblis baru, tapi sesungguhnya kemampuanku melebihi dirimu, karena aku terus belajar, dan kau.. selalu merasa paling kuat sendiri, kau tak tahu aku sudah lama merencanakan ini semua. Inilah saatnya… ”

Pedang yang memancarkan cahaya merah hitam pekat itu sesungguhnya berisikan darah dari 9 iblis penguasa daerah Norm, yang terlahir sebagai iblis suci. Jika dia bisa lolos dari Luicfer maka dia bisa mewujudkan obsesinya untuk menjadi manusia. Yap, permata Lucifer itu akan membuat Arthur menjadi manusia. Tapi, jika dia bisa menghunuskan pedang itu kepada sang Lucifer dan segera kabur melalui pintu Abondia, pintu terlarang, pintu pemisah antara dunia iblis dan manusia.

“Kau pikir enak jadi manusa? Kau takkan bisa jadi abadi, seperti kita. Kau bisa mati! Mati Art!”

“Aku tak peduli apa yang kau katakan! Aku.. aku menicntai seorang manusia di bumi!”

“Ya! Apa yang kau katakan..”

Sang Lucifer segera  membentuk sebuah pelindung untuk melindungi dirinya, tapi sang Arthur dengan gerakan yang lebih cepat langsung meloncat dan.. WOW impossible. Pedang itu mengenai bagian perut sang Lucifer.

“Argghh! Shit!!” Sang Lucifer mengerang kesakitan, sang iblis pejaga dan para iblis dari berbagai kasta yang ada di Zoroka , langsung menyerbu Arthur, dan sebagian ada yang berlari ke arah berlawanan, mencoba menolong Lucifer.

Sang Arthur langsung berlari sekuat tenaga dan dibelakangnya telah ada beratus-ratus iblis berbagai bentuk yang siap menangkapnya.

‘Happ’

Arthur menaiki kuda terbang Polyeron, dan mengacungkan jari tengahnya kepada para iblis yang ada di bawahnya. Dia tersenyum sinis “Bodoh, aku sudah merencanakan ini dari awal, semuanya.”

 

Tapi kenyataannya, tidak berhenti begitu saja, para iblis yang mempunyai sayap langsung terbang mengejar Arthur.

“Lebih kencang Poly, lebih kencang!!” Arthur berteriak histeris menyuruh kuda terbangnya untuk segera cepat.

‘arggghh’

Sang iblis bersayap tak mau kalah, mereka terus membabi buta Arthur dengan berbagai senjata yang mereka punya. Tapi, Polyeron selalu bisa menghindar dari semuanya.

“Kurang sebentar lagi Poly, kurang sebentar lagi! Ya itu dia pintunya!” Arthur berteriak kegirangan setelah melihat pintu Abondia ada di depan mata.

 

Tapi..

‘Blakk’

Sang Polyeron terkena tembakan petir syndroter, membuatnya menjadi patung seketika.

“Yaaaa!! Polyeron!” Arthur histeris melihat kuda kesayangannya berubah menjadi patung. Benar-benar speechless.

“Aww” peluru bola api dari iblis neraka bersayap berhasil mengenai lengan Arthur. Seketika itu juga dia sadar apa yang harus dia lakukan.

“Aku harus berlari ke pintu gerbang Abondia! Aku sudah melangkah sejauh ini, aku tak akan membiarkan semuanya terbuang sia-sia! Aku ingin jadi manusia!!”

 

Arthur yang dengan jalan sempoyongan segera berlari menuju pintu Abondia, para iblis dibelakangpun semakin menjadi mengejar si Arthur.

Pintu gerbang Abondia pun sudah di depan mata, Arthur sesegera mungkin membukanya..

“Selamat tinggal dunia iblis, selamat datang dunia manusia”

 

 

Inspired By : BTS – Boy Meet Evil

Penulis : Syarifa Widyandari

TINGGALKAN BALASAN