Fenomena Mahasiswi Serahkan Bayi Hasil Hubungan Gelap

Ilustrasi (semarak.news)

Bantul, Semarak.news – Fenomena mahasiswa menyerahkan anak hasil hubungan gelap untuk dititipkan di Dinas Sosial kerap dilakukan di wilayah Yogyakarta. Hal ini diakui Kepala Seksi Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Isnawangsih Anggarani. Menurutnya, Dinsos DIY berkali-kali menerima bayi dari hasil hubungan tidak resmi yang dilakukan mahasiswa, untuk kemudian diadopsi.

Dinsos DIY mencatat, kasus penyerahan bayi oleh mahasiswa telah dilakukan sebanyak enam kali selama enam bulan terakhir. Sebelum mahasiswa memberikan bayinya, mereka diberi waktu tiga bulan untuk berpikir dan memastikan apakah bayi tersebut akan diambil kembali atau direlakan untuk diadopsi orang lain.

“Banyak mahasiswa yang kehamilannya tidak dikehendaki menyerahkan bayinya karena takut dengan orangtuanya. Kami berusaha memotivasi mereka, siapa tahu ada jalan keluar, barangkali ada pertimbangan dari keluarga besar untuk menerima kondisi bayi” ungkap Isnawangsih.

Menurut Dinsos DIY, peminat adopsi bayi yang mengajukan jumlahnya tergolong tinggi. Tercatat, pada tahun 2016, 30 orang sudah mmengajukan permohonan adopsi bayi ke Dinsos DIY. (ICY)

TINGGALKAN BALASAN