Kue Lontar “Pie Susunya” Orang Papua

Kue Lontar / semarak.news

Semarak.news – Kue yang sekilas berbentuk mangkuk dan tidak jauh berbeda dengan kue pie susu ini tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia bagian Timur.  Rasa yang manis dan gurih membuat kue Lontar menjadi sajian khas istimewa masyarakat Papua ketika menyambut hari raya Idul Fitri. Kue berbahan dasar margarin, tepung terigu, vanili, dan susu ini diciptakan oleh masyarakat Papua tanpa adanya silang budaya dari luar.

Kue Lontar khas Papua (semarak.news)

Pada awalnya, sejarah kue lontar ini berasal dari zaman Belanda. Nama “kue” dalam bahasa Belanda disebut Rondtart atau yang disebut kue bundar. Zaman dahulu, pembuatannya dilakukan dengan cara dibakar di piring keramik khusus yang berbeda dengan piring yang ada saat ini. Piring yang dipakai dalam pembuatan kue lontar disebut “piring lontar”. Piring ini memiliki ciri khas yaitu terdapat gambar ikan dan piring tersebut hanya terdapat di Papua. Karena ada perbedaan lafal pengucapan di lidah masyarakat Papua, akhirnya kue ini dikenal dengan sebutan “Kue Lontar”.

“Piring Lontar”, piring yang digunakan dalam membuat Kue Lontar (semarak.news/Yakobus)

Kue lontar diwariskan turun temurun di Papua sejak zaman Belanda. Awalnya kue ini ada di kota Fak-fak setelah itu di wilayah Papua yang mayoritas penduduknya muslim dan akhirnya kue lontar ini terkenal sampai keluar Papua. (COB)

TINGGALKAN BALASAN