SkipChallenge, Cara Membunuh Yang Mengasyikan

Berbagai aksi viral remaja Indonesia memainkan #SkipChallenge [Sumber : Kompas.com]

Bogor, Semarak.news – Tren baru sosial media sekarang sedang berkembang yang namanya permainan Skip Challenge, yang mengundang bahaya seperti yang sedang booming saat ini.

Sebenarnya, ‘permainan’ ini sudah lama ada, di berbagai negara termasuk Indonesia. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa sudah banyak korban tewas karenanya.

Skip challenge atau passout challenge memiliki beberapa versi. Permainan ini mirip dengan choking challenge. Intinya, menekan jalan napas atau aliran darah sejenak kemudian dibuka kembali. Tujuannya, untuk mendapat sensasi “high“.

Ada Karnel Haughton asal Birmigham Inggris, juga tewas karena permainan yang dianggap asik dan mendapat sensasi baru bagi pemainnya. Ada juga Kimberly Wilson usia 15 tahun asal Lawrence dan masih banyak lagi.

U.S. Centers for Disease Control and Prevention menyatakan, sepanjang 1995-2007 saja, ada 82 media di AS yang melaporkan kematian karena SkipChallenge.

Mereka percaya, jumlah ini hanya puncak gunung es. Korban yang tidak terlacak jauh lebih banyak dan terus bertambah seiring waktu. Sedangkan situs berita Daily Mail menyebut, setidaknya ada 100 remaja tewas di AS pada masa itu akibat permainan maut ini.

Dokter anak asal AS, Dr. Michael McKenna mengatakan #SkipChallenge dan choking challenge mengubah denyut jantung secara tiba-tiba dan menekan aliran darah sangat drastis.

“Mereka memotong asupan oksigen ke otak, menyebabkan orang pingsan dan mengalami euforia “high” dalam prosesnya, kata Dr McKenna.

McKenna juga memperingatkan bahwa SkipChallenge dapat menimbulkan dampak jangka panjang.

Dr Thomas Andrew, ketua medis New Hampshire mengatakan, mengajar anak-anak dan remaja tentang bahaya permainan, harus menjadi bagian dari program pemerintah dan masyarakat manapun, sama seperti penanggulangan obat-obatan terlarang, alkohol dan perilaku seksual berisiko.

Di Indonesia, para remaja banyak yang ikut-ikutan melakukan SkipChallenge ini karena dianggap sebagai pengalaman yang menegangkan dan menyenangkan. Mereka kemudian membagikan rekaman SkipChallenge di media sosial agar menjadi terkenal. (GIS)

 

TINGGALKAN BALASAN