Bitcoin Indonesia Kumpulkan Private Data Pengguna

Jakarta, Semarak.News – PT Bitcoin Indonesia dengan website andalannya bitcoin.co.id dicurigai melakukan aktivitas pengumpulan data pribadi secara sengaja dan kelewat batas. Mereka meminta atau memaksa lebih tepatnya setiap pemilik akun untuk mengupload Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan foto pribadi yang harus menampakkan wajah secara jelas. Cara mereka memastikan asli atau tidaknya foto yang diunggah oleh user adalah dengan mewajibkan user untuk memegang kertas dengan tulisan “Verifikasi beli Bitcoin di Bitcoin.co.id – [tanda tangan] [nama jelas]”.

Bitcoin.co.id adalah vendor trading bitcoin di Indonesia yang bitcoin itu sendiri belum memiliki legalitas di Indonesia. Lebih parah lagi, tidak ada lembaga penjamin seperti halnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kepada pengguna. Hal ini dapat mengakibatkan PT. Bitcoin Indonesia dapat secara tiba-tiba tutup dengan membawa ratusan milyar uang pengguna tanpa bisa dituntut karena tidak memiliki log dan bukti transaksi yang jelas. Tidak hanya kapital yang disimpan di sana yang terancam, namun data pribadi Anda sebagai Bitcoiners.

Oskar Darmawan –  CEO Bitcoin Indonesia sendiri pendah mengatakan di ANZ Learning Fair, “Pengguna harus bertanggungjawab penuh terhadap penggunaan Bitcoin karena sampai sekarang belum ada perlindungan hukum yang berlaku”. Sekarang coba kita bertanya sebaliknya, bagaimana jika Bitcoin Indonesia yang tidak bertanggungjawab?. Jawabannya pasti telah terngiang di benak Anda.

Aturan verification compulsory ini diberlakukan semenjak 3 Agustus 2015 namun mungkin pengguna Bitcoin Indonesia tidak sadar bahwa keamanan diri mereka terancam dan wajah mereka telah diketahui dan dibuat databasenya oleh orang yang bahkan tidak pernah ditemui. Bagaimana Anda bisa percaya?

Pada websitenya pihak Bitcoin Indonesia mencantumkan, “Untuk melindungi member PT. Bit Coin Indonesia dari potensi tindakan penipuan antar sesama member, maka member yang pernah melakukan deposit Rupiah diwajibkan untuk melakukan verifikasi akun”. Namun mereka tidak pernah menjamin bahwa mereka tidak akan melakukan aksi yang sama.

Jika menilik kembali pada kasus Verizon yang dibongkar Ed Snowden, Verizon mengumpulkan data pribadi setiap penggunanya dengan dibantu program XkeyScore yang bahkan mampu mengakses kamera pribadi dari gadget yang dimiliki pengguna secara tersembunyi dan kemudian dijadikan basis data intelijen oleh CIA. Hal yang sama terjadi secara terang-terangan di negeri ini dan merupakan kewajiban kita untuk menyadarinya karena hal pribadi tetaplah harus menjadi pribadi, bukan konsumsi umum. Bahkan hal tersebut dapat membahayakan si pemilik data pribadi tersebut apabila ada orang yang usil ingin menjalankan terror kepada pemilik data tersebut yang tentunya mengancam kehidupan pribadinya.

Untuk itu hal ini sebenarnya perlu ditindaklanjuti atau setidaknya jangan biarkan diri kita terjerumus oleh jebakan terselubung tersebut. Dalam dunia maya, hal yang terpenting adalah keamanan diri sendiri bukan sebesar apa dunia maya tersebut akan memuaskan hasrat kita. (HAR)

TINGGALKAN BALASAN