Bersinergi Untuk Regenerasi Pepadu Peresean Lombok

Lombok Barat, Semarak.News – Peresean sudah menjadi seni budaya yang tidak bisa dihilangkan begitu saja dari tubuh para pemuda Sasak. Salah satu cara untuk terus merawat tradisi seni budaya ini, Senin (26/12/2016), Paguyuban Angin Ribut mengadakan pertarungan antar Pepadu Peresean, di desa Sigerongan, Kec. Lingsar, Lombok Barat.
“Kegiatan yang positif dari paguyuban, saya sangat mendukung maksimal kegiatan ini.
Melestarikan budaya Sasak merupakan suatu hal wajib untuk kita, kalau bukan kita siapa lagi”, papar Rosditah, Camat Lingsar, Lombok Barat.

d
Acara pertarungan antar pepadu ini diadakan sebagai rangkaian acara maulid Nabi Muhammad SAW di desa Sigerongan. Masyarakat sangat antusias menyaksikan acara ini.
“Desa sangat mendukung. Ke depannya akan ada anggaran yang memang khusus untuk seni budaya seperti peresean ini”, papar Satriawan selaku Kepala Desa Sigerongan.

b
Para pepadu yang hadir sore itu dari beberapa padepokan, yaitu padepokan Angin Ribut sebagai tuan rumah, pedepokan Srigala putih, padepokan Dewa Mabuk.
Para pepadu tidak hanya berusia dewasa, diantara mereka juga berusia remaja. Diharapkan akan muncul benih-benih untuk regenerasi pepadu peresean. Seni budaya yang harus terus dilestarikan.
“Usia mereka 10 tahun ke atas, merek juga harus memiliki ijin dari orang tua, karena alat yang dipakai adalah untuk profesional”, ujar Sahnan, ketua dari paguyuban Angin Ribut.
Setiap paguyuban memiliki jagoan masing-masing. Pertarungan Gajah Mada melawan Anak Angin menjadi penutup acara peresean. (dee)

TINGGALKAN BALASAN