Pengungsi Gempa Pidie, capai 17.029 orang

Presiden Jokowi menjenguk korban gempa yang dirawat di RSUDZA, Banda Aceh [Sumber Foto: Budi Fatria/Serambinews.com]

Sigli, Semarak.news – Jumlah pengungsi akibat gempa 6,4 SR yang mengguncang Kab. Pidie Jaya dan sekitarnya, Rabu (7/12) lalu, saat ini dilaporkan sudah mencapai 17.029 orang.

Sebanyak 28 posko pengungsian pun didirikan di Kab. Pidie Jaya untuk menampung jumlah pengungsi. Posko pengungsian tersebut dibangun dengan memafaatkan bangunan sekolah, masjid, dan tenda-tenda darurat.

Kondisi para pengungsi saat ini sangat memrihatinkan karena kurangnya fasilitas dan bantuan, seperti kurangnya makanan bagi para korban, obat-obatan, dan air minum.

Buruknya fasiltas sanitasi dilingkungan posko pengungsian juga dapat beresiko mengakibatkan para pengungsi menjadi rawan penyakit pencernaan. Selain itu, kondisi musim penghujan juga menyebabkan para pengungsi rawan terkena penyakit DBD.

Untuk mengantisipasi minimnya ketersediaan air bersih, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dalam jumpa pers kemarin di Jakarta mengatakan, pemerintah pusat akan membantu empat unit tangki air ukuran 6.000 liter untuk mengantisipasi kekurangan air di pengungsian. 

Selain itu, sebanyak 138 korban gempa masih dirawat di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kab. Pidie, Jumat (9/12/2016). Diantara para korban, terdapat 59 orang korban yang mengalami luka berat dan akan menjalani operasi.

Jumlah ini sudah berkurang sekitar 200 orang dari hari sebelumnya yang mencapai sekitar 400 orang.

Pada hari ketiga pasca gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Kab. Pidie Jaya, Presiden Jokowi mengunjungi lokasi bencana dan menyambangi para korban di rumah sakit dan di pengungsian. (wah)

TINGGALKAN BALASAN