Perkuat Nasionalisme di Kalangan Mahasiswa, BEM Fakultas Hukum Unrika Gelar Seminar Kebangsaan

Dialog Kebangsaan Oleh BEM Universitas Riau Kepulauan, Batam [foto: RDN/ Semarak.News]

Batam, Semarak.News – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan Batam, mengelar dialog kebangsaan sempena peringatan hari pahlawan, Rabu (30/12). Dengan mengangkat tema ‘Refleksi Semangat Kepahlawanan Dalam Rangka Meningkatkan Rasa Nasionalisme Di Kalangan Generasi Muda’, kegiatan tersebut dihadirin ratusan mahasiswa fakultas hukum Unrika.

Hadir sebagai narasumber Koramil Sekupang, W. Sinaga, Wakil Dekan Fakultas Hukum, Rumbadi Dalle, Dosen Fakultas Hukum Unrika, Emy Hajar Abra serta aktivis Komunitas Merah Putih Kepri, Suprapto.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Unrika, Rustam, SH menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan dialog kebangsaan sempena hari pahlawan. Ia menyebut bahwa, semangat heroik pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, harus menmjadi spirit dalam membangun bangsa menjadi lebih baik.

“Apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, semoga dapat menambah spirit nasionalisme kepada kalangan mahasiswa. Kegiatan sangat positif karena melibatkan berbagai elemen sebagai narasumber,” katanya.

Ia juga menyebut, bahwa semangat nasionalisme tidak boleh luntur. Apalagi, diera globalisasi yang penuh dengan tantangan. Nasionalisme adalah semangat cinta tanah air, yang mampu menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala ancaman baik yang datang dari dalam maupun luar.

“Nasionalisme adalah semangat yang perlu ditumbuhkan dan dipupuk, kepada seluruh generasi bangsa,” katanya.

Danramil Sekupang, W. Sinaga dalam paparannya mengatakan bahwa persatuan bangsa perlu ditingkatkan, karena dengan persatuan, maka pembangunan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat baru dapat terwujud.

“jangan muda diadu domba oleh kelompok-kelompok yang tidak menginginkan bangsa ini menjadi maju dan kuat. Jangan mudah terprovokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Ia juga mengatakan, semangat gotong royong perlu dilestarikan kembali. Gotong royong adalah karekater masyarakat Indonesia yang mulai terkerus oleh sikap individualistik.

“dengan bersama-sama dan gotong royong makan kita akan menyelesaikan setiap permasalahan bangsa ini dengan baik, ” katanya.

Sedangkan Wakil Dekan Falkultas Hukum Unrika, Rumbadi Dalle yang juga didaulat menjadi narasumber, mengatakan bahwa membangun karakter dan kepribadian kebangsaan perlu dimulai sejak dini. Nation Caracter Building adalah upaya untuk membangun semangat cinta tanah air, sebagai benteng NKRI.

“Penanaman karakter dan kepribadian yang nasionalis perlu dilakukan sejak dini, terutama dalam lingkup terkecil yaitu rumah tangga,” katanya. Ia mengatakan karakter menjadi sangat penting karena hal yang paling penting dari pembangunan Sumber Daya Manusia adalah pembentukan karakter.

“Arus globalisasi yang menghantam deras karakter kebangsaan Indonesia, perlu mendapat perhatian serius dari semua kelompok bangsa. Jika tidak, karakter ketimuran akan hilang dan digantikan dengan sikap hedonisme dan idividualistik,” tegasnya.

Sedangkan Emy Hajar Abra, salah satu dosen Fakultas Hukum Unrika mengatakan bahwa identitas Bangsa Indonesia adalaha Pancasila. Identitas inilah yang membedakan bangsa Indonesia dengan negara lainnya. Keberagamaan yang ada di Indonesia dapat dipersatukan dengan ideologi kebangsaan yaitu Pancasila.

“Kita memiliki satu identitas yang tidak dimiliki oleh negara lain, yakni Pancasila. Pancasila itu abstrak, dijabarkan dalam sebuah prilaku, namun yang menjadi prioritas dalam identitas kita yaitu di eksternal, poin-poinnya yakni terkait ideologi,” katanya.

Dalam menjaga identitias bangsa Indonesia, maka yang perlu dilakukan adalah pemahaman yang utuh tentang ideologi Pancasila. Keberadaan Pancasila yang dihasilkan dari konsensus para pendiri bangsa, adalah semangat untuk mempersatuakan tanah air Indonesia dari segala perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan.

“Perkembangan teknologi, dengan maraknya informasi yang liar ditengah-tengah masyarakat perlu difilter sedini mungkin. Globalisasi juga menjadi sebuah tantangan jika tidak disaring dan ditelan mentah-mentah seluruh informasi yang tanpa batas,” katanya.

Kegiatan seminar diakhiri dengan pembentangan spanduk bertuliskan ‘jaga NKRI, rawat kebhinekaan’. Gubernur BEM Fakultas Hukum Unrika, Heri Yanto mengatakan generasi muda tidak boleh lelah dalam menjaga NKRI dan merawat kebhinekaan.

“Keberagamaan adalah rahmat dan kekuatan kita untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik,” katanya. (RDN)

TINGGALKAN BALASAN