Dialog Agama, Kemenag Batam Himbau Jangan Mudah Terkotakkan

Batam, Semarak.News – Harmonisasi kehidupan beragama yang kondusif di Batam, perlu dirawat dan terus dilestarikan. Hal ini disampaikan Kepala Kementrian Agama Kota Batam, Zulkifli Aka dalam kegiatan dialog agama yang digelar oleh Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Al-Aziz Batam dengan tema ‘peran serta tokoh agama dalam menciptakan situasi kondusif di Batam’, Selasa (29/11).

“Perbedaan adalah rahmat, yang patut disyukuri. Batam adalah miniatur Indonesia, dimana keberagamaan sangat terasa di sini,” katanya.

Oleh karenanya, Ia mengharapkan keberagamaan yang membentuk harmonisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dirawat bersama. Ia juga menghimbau, agar jangan mudah dikotak-kotakkan, yang akhirnya justru memperbesar perbedaan yang ada ditengah-tengah umat.

“Jangan mudah dikotak-kotakkan. Di Indonesia ada dua ormas besar, yaitu Muhammadiyah dan NU yang telah mengiringi perjalanan bangsa. Jangan lari dari kiblat kedua organisasi tersebut,” katanya.

Kementrian agama Kota Batam, terus memantau perkembangan kehidupan beragama yang ada di Batam. “Kegiatan seperti ini adalah kegiatan positif yang perlu terus dilaksanakan,” katanya.

Hadir pula sebagai narasumber sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Nahdatul Ulama Provinsi Kepri, Muhammad Zaennudin, Wakil ketua Muhammadiyah Provinsi Kepri, Ir. Mirwan Antoni Siregar serta perwakilan Polresta Barelang, Kamilion Asri.

Zaenuddin mengatakan bahwa dalam konsep berbangsa dan bernegara, Pancasila tidak bertentangan dengan agama, karena spirit pancasila itu adalah agama.

“Pancasila adalah konsensus bersama para pendiri bangsa untuk merawat Indonesia. Tidak ada yang perlu dipertentangkan antara Pancasila dan Islam, karena Islamlah yang memberikan warna terhadap Pancasila,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia adalah Darul Salam bukan Darul Islam, dimana secara formal kita bukanlah sebagai negara Islam, namun syariat Islam dapat dijalankan dengan baik di Indonesia.

Terkait aksi 212, Zaenuddin mengingatkan jangan sampai disusupi oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk merongrong NKRI.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum pertemuan akbar umat Islam pada 2 Desember nanti, untuk kepentingan tertentu, seperti kepentingan politik dan sebagainya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mirwan Siregar, wakil ketua PW Muhammadiyah Kepri. “Mengawal proses hukum perlu dilakukan, karena hukum adalah panglima dinegeri ini,” katanya.

Kegiatan yang diikui oleh ratusan aktivis muslim se Batam ini, diakhiri dengan pemberian cenderamata kepada masing-masing narasumber. Ketua pelaksana kegiatan, Ardiansyah menyebut bahwa kegiatan dialog agama ini dilaksanakan untuk merespon kondisi bangsa terkait kasus dugaan penistaan agama beberapa waktu lalu.

“Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang jauh dari aksi-aksi kekerasan dan radikal. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana daerah kita tetap aman dan kondusif,” katanya. (RDN)

TINGGALKAN BALASAN