Seminar Nasional Penistaan Agama dalam Perspektif Agama-Agama

Seminar Penistaan Agama di Makassar [Foto: semarak.news]

Makassar, Semarak.News – Makassar International Peace Generation bekerja sama dengan HMJ Perbandingan Agama UIN Alauddin menyelenggarakan seminar dengan judul “Penistaan Agama dalam Perspektif Agama-Agama” siang tadi, Selasa (29/11).

Acara ini dihadiri lebih dari 1000 orang yang terdiri dari tokoh lintas iman di Sulawesi Selatan dan didukung oleh banyak organisasi lintas iman seperti Jalin Harmoni, Gusdurian Makassar, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia, LAPAR SulSel, Walubi, Bersama Institute, Bibliophilia, Pemuda Advent, Pelayanan Pemuda Advent Makassar, PGIW, MAKES, Patria, Iatan Mahasiswa Alumni DDI Pattojo, Ijabi, Aliansi Remaja Independen, Sulawesi Sketsa, Pemuda Konghucu, ABI, IJABI, Parisadha Hindu Darma, BAACO, KKDG, GPF dan lain-lain.

Dalam sambutannya Prof. Dr. H. Muh. Galib, M.MA yang juga sekretaris MUI Sulsel mengucapkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menghilangkan sekat-sekat ketidaktahuan yang selama ini terjadi diantara para penganut agama.

Dalam acara ini juga hadir pembicara diantaranya Prof. Dr. H. Samian Katu, M. Ag., Guru besar perbandingan agama Fakultas Ushuluddin Makassar; Pendeta Marthinus Palebangi, S.PAK., S.Th. yang juga merupakan Sekretaris Umum MPH PGIW Sulselbar; Erfan Sutono, S. Ft., Physia, M.H., Ketua Generasi Muda Konghucu; Ir. Yonggris, MM., Wakil Ketua WALUBI Sul-Sel; Drs. Danial Ferry Mangin, Kristen Advent; Pastor Paulus Tongli, MA. Phil., Sekretaris Keuskupan Agung Makassar; dan Darmayasa wakil dari Agama Hindu.

“Konflik agama tidak lepas dari konflik politik dan ekonomi. Terkadang umat beragama tidak begitu memahami agamanya sendiri, apalagi agama orang lain.” ujar Prof. Samian Katu.
Ada kehawatiran yang muncul jika kata penistaan agama seringkali dimunculkan. Karena orang tidak mengetahui batasan-batasan akan penistaan agama tersebut.

Agama laksana emas murni dan sebuah emas murni tidak pernah takut kepada api. Layaknya agama yang suci, penistaan terhadap agama tidak akan menjadikan agama itu kehilangan kesucian imbuh Prof. Samian.

“Manusia diminta untuk mencintai semua mahluk hidup. Menistakan suatu agama bukanlah bentuk mencintai sesama mahluk hidup. Untuk dapat hidup harmonis Hindu mengajarkan umat untuk menghormati Tuhan, manusia, dan alam.” imbuh Darmayasa.

Dialog atau kegiatan antar umat beragama lainnya perlu dilaksanakan secara intensif sehingga antar umat beragama tidak mudah terprovokasi.

“Dialog semacam ini semoga semakin sering digalakkan kedepannya karena dapat menjadi jembatan bagi setiap umat beragama agar terhindar dari ketidaktahuan dan kesalahpahaman dalam memahami agama lain.” Ucap Syamsul Arif Galib, M.A. selaku moderator kegiatan sekaligus salah satu co founder Makassar International Peace Generation. (WYN)

TINGGALKAN BALASAN