Makmun Rasyid: HTI Salah Artikan Pengertian Khilafah

Bedah Buku "HTI Gagal Paham Khilafah" Oleh Makmun Rasyid di Kampus IPB, Bogor [foto: RDN/ Semarak.News]

Bogor, Semarak.News – Penulis buku HTI Gagal Paham Khilafah, Makmun Rasyid menyatakan ketidaksepakatannya bahwa orang-orang HTI berasal dari Ikhwanul Muslimin di Mesir. Menurutnya, gerakan HTI bersumber dari harakah 313 yang hingga kini jarang diketahui banyak orang.

“Saya lebih sependapat dengan pemikiran bahwa orang-orang yang pertama kali ikut pada Hizbut Tahrir itu adalah berasal dari harakah 313, mungkin ini belum banyak yang memahami,” jelas Makmun dalam bedah bukunya di IPB Bogor, Sabtu (26/11).

Harakah 313 itu adalah simbol ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Hal itu adalah simbol yang kemudian digunakan Hizbut Tahrir dalam pendekatan pengkaderan, metode kontak, mengajak orang-orang terdekat untuk bergabung.

Buku ini muncul salah satunya diawali dari perdebatan Makmun dengan orang-orang HTI. “Orang HTI selalu mengatakan bahwa Pancasila itu tidak ada dalam Al-Qur’an, saya pun bisa mengatakan dalam buku ini, bahwa khilafah tidak ada satu pun dalilnya dalam Al-Qur’an,” tegasnya.

Sedangkan Ustad Rusli Saimun menyatakan bahwa istilah khilafah di Indonesia masih sering di salah pahami, sehingga perlu adanya usaha menghilangkan kegagal pahaman tersebut.

”Kami melihat Indonesia saat ini terdapat banyak sekali istilah-istilah yang gagal dipahami. Termasuk Khilafah. Dengan diskusi ilmiah dan bedah buku ini mudah-mudahan dapat menjadi salah satu tahapan untuk menghilangkan kegagal pahaman mengenai khilafah tersebut,” ujar Ustad Rusli Saimun.

Diskusi ilmiah dan bedah buku ini dihadiri juga oleh narasumber lainnya yaitu ustadz Rusli saimun ketua keluarga muslim bogor dan Ustadz Sofiuddin, Dosen sejarah pemikiran islam STKQA DEPOK, sementara narasumber Ust. Dwi Hendri Cahyono Ketua HTI Bogor batal datang. Sekitar 100 orang yang menghadiri acara bedah buku tersebut terdiri dari para aktivis mahasiswa Islam IPB Bogor seperti Keluarga Mahasiswa NU dan GEMA PEMBEBASAN. (RDN)

TINGGALKAN BALASAN