Cipayung Manado Gelar Kegiatan Refleksi dan Doa Bersama Untuk NKRI

Berturut turut dari paling kiri, Andreas Sasuang, Aldo Tidoy, Hizkia R. Sembel, Made Sudana, dan Budi. [Foto: Semarak.news]

Manado, Semarak.news –  Berbagai permasalahan dan persoalan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia mengundang berbagai elemen organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok cipayung Manado untuk mengambil langkah dan sikap dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Adapun elemen organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Manado yang ikut dalam malam refleksi dan Doa bersama untuk NKRI diantaranya GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia).

Aksi damai yang dilaksanakan di Monumen Pahlawan Nasional Wolter Monginsidi dan Pierre Tendean Boulevard Manado (23/11) petang. Aksi damai ini dimulai dengan pemasangan lilin, orasi refleksi dari setiap perwakilan organ, doa lintas agama untuk NKRI, pembagian bunga untuk masyarakat kota Manado, penandatanganan petisi serta pembacaan pernyataan sikap kelompok cipayung plus Manado yang dibacakan oleh Hizkia R. Sembel selaku Ketua GMKI Cabang Manado didampingi ketua GMNI, PMKRI, PMII dan KMHDI.

Perwakilan GMKI Manado Melakukan Orasi. [Foto: Semarak.news]
Perwakilan GMKI Manado Melakukan Orasi. [Foto: Semarak.news]
Aldo Titdoy, Ketua GMNI Manado mengungkapkan bahwa Menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika merupakan hal yang wajib bagi seluruh rakyat  Indonesia, demi terciptanya masyarakat yang saling mencintai kemajemuk untuk menjaga toleransi dalam nilai-nilai kemanusiaan.  Persoalan tentang bangsa saat ini yang sudah mengiring  isu sara sebagai asumsi publik, maka harus segerah di selesaikan oleh Pemerintah Jokowi-JK sebagai bukti bahwa perbedaan yang menyatuhkan kita semua dalam NKRI.

Senada Ketua PMKRI Manado Andreas Sasuang mengungkapkan bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yg damai, bangsa yg satu, Bangsa yg utuh dan Bangsa yg mempunyai sikap toleransi yg tinggi tapi apa nyatanya sekarang bangsa ini telah dirusak oleh oknum yg tidak ingin ada kedamaian di bumi pertiwi ini, banyak elit elit politik yg membawa isu sara untuk bisa memecah belahkan NKRI. Kita sebagai anak bangsa harus tetap teguh dalam menghadapi persoalan yg ada dan bagi Pemerintahan Jokowi-JK harus lebih jelih dalam mengambil keputusan dan lebih jelih melihat persoalan yg ada serta untuk masyarakat Indonesia agat tetap saling menjaga toleransi antar umat beragama dan selalu tetap saling menjaga keutuhan NKRI.

Segenap elemen bangsa harus menjaga keutuhan NKRI karena merupakan bentuk dari implementasi ideologi dari bangsa kita yaitu Pancasila. Marilah terus menjaga toleransi dan saling menghargai, karena kadang berselisih paham bukan karna kita berbeda tetapi karna kita tidak saling mengenal, tambah Made Sudana, Perwakilan dari KMHDI dan Budi perwakilan dari PMII.

Hizkia R. Sembel, Ketua GMKI Manado mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai kegiatan ceremonial saja tetapi kami Cipayung Plus Manado akan terus menjaga dan mengawal keutuhan NKRI di Sulawesi Utara pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kader-kader harus terus didorong untuk memahami nilai kebangsaan dan Nasionalis seutuhnya sehingga akan dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Kedepan, kegiatan positif seperti ini akan terus dilakukan oleh kelompok cipayung plus Manado, tutup Sembel. [MF]

TINGGALKAN BALASAN