Penurunan Harga Gas Bagi Pelaku Industri

Gas Bumi bagi Industri di Indonesia {Sumber: air-separationplant.com}

Jakarta, Semarak.news – Pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga gas bumi bagi tiga industri, yaitu petrokimia, pupuk, dan baja mulai Januari 2017. Adapun untuk delapan sektor lainnya (pulp & kertas, baja & produk metal lain, keramik, kaca dan botol, makanan dan minuman, ban & sarung tangan karet, oleokimia, tekstil & alas kaki) masih diusahakan. Diharapkan sektor industri yang mendapat harga lebih rendah dapat lebih efisien dalam penggunaan gas, baik sebagai bahan baku maupun bahan bakar.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengawasi kebijakan tersebut tiap tiga bulan dan mengevaluasi setiap tahun dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dalam negeri. Rencananya, harga gas di tangan konsumen akhir maksimum sebesar US$ 6 per MMBtu. Di tingkat hilir, trader bertingkat akan dihapus untuk mengurangi rantai distribusi gas yang selama ini merugikan konsumen. Badan Pengatur Hilir Migas sedang mengoordinasikan penyiapan penyesuaian besaran tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa atau toll fee. Kebijakan tersebut diapresiasi oleh para pelaku industri sebab berdampak positif pada efisiensi biaya produksi.

Berdasarkan simulasi, apabila pemerintah tidak mengutip pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNPB), harga gas rata-rata dapat menyentuh US$ 3,80 per MMBtu di tingkat hulu. Akibatnya, pemerintah berpotensi kehilangan pendapatan sebesar US$ 544 juta per tahun bila tidak mengutip PNPB dan berpotensi kehilangan pendapatan sebesar US$ 1,26 miliar bila sama sekali tidak memungut pajak dan PNPB karena ada 50 kontrak jual beli gas yang harus dikompensasi. (HRD/BI)

TINGGALKAN BALASAN