Proyek pembangunan NCICD Indonesia-Belanda

Proyek Pembangunan Tanggul di Jakarta

Jakarta, Semarak.news – Kerja sama Indonesia-Belanda dalam program perairan telah memasuki fase keempat periode tahun 2015-2019. Fase pertama pada tahun 2001-2006, fase kedua pada tahun 2007-2012, dan fase ketiga pada tahun 2012-2015. Pada fase keempat ini, kegiatan meliputi pengelolaan sumber daya air terintegrasi, air untuk pangan dan ekosistem, serta ketersediaan air dan sanitasi.

Pemerintah Belanda menghibahkan 8 juta eiro atau sekitar Rp 113,7 miliar untuk proyek Pembangunan Kawasan Pesisir Terpadu Ibu Kota Nasional (NCICD). Sedang Pemerintah Korea melalui Badan Kerja Sama Internasional Korea (Koica) menghibahkan 9,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 127,6 miliar untuk melanjutkan kajian NCICD fase B dan C.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, setelah bertemu dengan Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda Melanie Schultz van Haegen, Senin (21/11) di Jakarta mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus merehabilitasi dan mengendalikan banjir di Jakarta bangian utara dengan membangun tanggul sepanjang 120 kilometer. Total pembangunan tanggul fase A sepanjang 120 km, dimana 62 km berada di pantai dan 57 km berada di muara. Tanggul sepanjang 62 km tersebut, sebanyak 25 persen merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah atau masing-masing 8 km. Pembangunan fase A telah dilakukan sejak 2015 hingga April 2018 dengan target 4,5 km senilai Rp 900 miliar. Saat ini telah dibangun sekitar 200 meter. NCICD penting untuk mencegah peburunan muka tanah di Jakarta dengan menghentikan pengambilan tanah secara ilegal dan secepat mungkin menyiapkan tanggul.

Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Wekasa Puja menyatakan “Belanda bisa membantu Indonesia seperti berkaitan dengan penanggulangan banjir di DKI Jakarta. Bagi Belanda, akan banyak perusahaan yang akan terlibat. Indonesia memanfaatkan keahlian mereka. Jadi, ini kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.”. (HRD/K)

TINGGALKAN BALASAN