Teknologi Tepat Guna Nasional XVIII Tahun 2016 Dibuka!

Mataram, Semarak.News – Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVIII Tahun 2016 berlangsung meriah. Acara yang dihadiri sekitar 3.000 orang ini merupakan gelaran TTG Nasional pertama kali diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, dimana perhelatan TTG sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Ahmad Erani Yustika melaporkan penetapan tuan rumah TTG Nasional di Provinsi NTB berdasarkan kesepakatan bersama pada rapat koordinasi tanggal 18 Oktober 2015 di Kota Banda Aceh yang dihadiri oleh kepala Badan Pembangunan Masyarakat Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. “Gelar TTG merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memasyarakatkan inovasi hasil teknologi tepat guna yang tersebar di seluruh daerah di Idonesia. Selain itu, TTG dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan pertukaran informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di desa,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan sebagai suatu bangsa perlu banyak perjumpaan atau silaturahmi untuk mengenal satu sama lain. Apalagi dengan gelaran teknologi ini akan hadir penemuan-penemuan dari anak-anak negeri. “Dengan banyaknya teknologi tepat guna yang dilahirkan oleh anak-anak muda kita, insya allah hal itu menunjukkan bangsa kita memiliki banyak potensi kebaikan,” kata gubernur saat memberikan sambutan selamat pada gelar TTG Nasional di Islamic Center, Rabu (23/11/2016).

Gubernur juga menyampaikan sebagai bangsa yang memiliki keragaman suku, adat, budaya dan agama penting untuk saling mendoakan, saling mendukung, dan saling mengokohkan satu sama lain. Ia menegaskan agama tidak hanya dimaknakan sebagai pengalaman personal, tetapi menjadi modal untuk membangun daerah yang kita cintai. “Walaupun NTB dilihat sebagai daerah yang mayoritas muslim (sekitar 93% warga NTB memeluk agama islam), tetapi Alhamdulillah kehidupan keagamaannya terjalin dengan harmonis. Semua pemeluk agama bisa beribadah dengan tenang, saling menghormati dan berempati satu sama lain,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur kembali menekankan untuk memperbanyak perjumpaan dalam konteks yang baik. “Jika kita ingin maju, mari membuka ruang sebanyak-banyaknya bagi para cendekiawan, inventor dan penemu-penemu untuk membangun Indonesia lebih baik. Mudah-mudahan semua penemuan-penemuan atau karya teknologi tepat guna bisa digunakan untuk membangun desa berbasis teknologi,” pungkasnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA mengungkapkan Indonesia adalah bangsa yang dikaruniai banyak berkah oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Kita dikaruniai lahan tropis nomor 2 terbesar didunia, garis pantai terbesar nomor 2 di dunia,  jumlah penduduk terbesar nomor 4 didunia, menjadi negara demokrasi terbesar nomor 3, suku budaya salah satu terbesar didunia. Jika didunia ada kurang lebih 5000 suku bangsa dan adat istiadat, 1200 ada di Indonesia”, kata Eko Putro Sandjojo.

Indonesia termasuk ke dalam negara dengan kekuatan ekonomi nomor 16 terbesar didunia. Di Negara Eropa saja, begitu banyak negara maju namun hanya 4 negara yang masuk G-20 yakni Inggris, Jerman, Italia, dan Perancis. G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Dua puluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.

Jika kita bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi seperti ini diperkirakan Indonesia akan mencapai kekuatan nomor lima sampai tujuh di dunia. ”Kita bisa melakukan pertumbuhan ekonomi karena kita telah berhasil melepas diri dari penjajahan di Indonesia, kita berhasil melepas diri dari negara penjajah karena kita semua bersatu dan kita bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 16 didunia”, ucapnya.

Mengakhiri sambutannya ia berharap mudah-mudahan teknologi ini juga bisa menyebarkan informasi lebih besar sehingga persatuan dan kesatuan bangsa bisa kita jaga dan kedepannya Indonesia bisa menjadi Negara yang besar. “Mari gunakan inovasi ini untuk lebih mempercepat pembangunan desa. Karena desa bisa menjadi motor pembangunan, mudah-mudahan teknologi bisa mempercepat pembangunan di desa-desa”, tutupnya.

Gelaran TTG Nasional XVIII tahun 2016 memberikan penghargaan kepada 9 Gubernur, 8 Bupati, dan 4 Walikota antara lain Gubernur NTB, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat, dan Gubernur Jawa barat.

8 Bupati, antara lain Bupati Lombok Timur, Bupati Lampung Timur, Bupati Pati, Bupati Wajo, Bupati Batang, Bupati Tanah Datar, Bupati Pelalawan, Bupati Bandung Barat, 4 Walikota, antara lain Walikota Tanjung Pinang, Walikota Balikpapan, Walikota Batam, Walikota Jakarta Barat.

Serangkaian acara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia menandatangani Perjanjian kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia untuk pengelolaan dana desa. (adv)

TINGGALKAN BALASAN