Demokrasi Untuk Papua

ilustrasi demokrasi (sumber: dakwatuna.com)

Demokrasi adalah mekanisme sistem pemerintahan suatu negara untuk mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara independen dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.

Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, UUD 1945 menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara. Akan tetapi demokrasi di Papua tidak berjalan sesuai dengan UUD 1945, dimana perjuangan rakyat Papua dalam menuntut hak mereka yaitu “self determination” masih belum dijawab oleh pemerintah Indonesia.

Di Papua terdapat suatu bangsa yakni bangsa Papua. Namun kelahiran bangsa Papua mengalami hambatan karena tidak ditanggapi secara demokratik oleh Negara Indonesia. Negara Indonesia tidak menanggapinya dengan memberikan hak rakyat Papua untuk menentukan nasibnya sendiri secara benar dan sah dalam pandangan hukum Internasional, bahkan belum diuji kebenarannya pada landasan konstitusi Republik Indonesia.

Dalam sejarah rakyat Papua, rakyat Papua sudah mengalami suatu proses untuk lahir sebagai suatu bangsa. Landasan pokok suatu bangsa utamanya adalah suatu komunitas, komunitas tertentu manusia. Komunitas tersebut bukanlah dilandaskan pada ras, juga bukan pada kesukuan. Bangsa modern Italy dibentuk oleh orang orang Roma, Teuton (orang orang Jerman), Etruria (Orang orang Yunani tengah), Yunani dan Lainnya. Demikian pula bangsa Inggris, bangsa Jerman, dan bangsa Lainnya yang terbentuk menjadi suatu bangsa dari berbagai ras dan kesukuan. Rakyat Papua juga telah memenuhi landasan – landasan kebangsaan lainnya seperti telah memiliki bahasa dalam pergaulannya, memiliki wilayah (Teritorial), memiliki tautan padu keserasian kehidupan ekonomi.

Selain itu, hal terpenting adalah perjuangan bersama Rakyat Papua setelah menjalani pengalaman pahit dalam kesejahteraannya, sehingga memiliki pengalaman kejiwaan bersama untuk mewujudkan harapannya untuk menentukan nasib bangsa mereka sendiri. Demi menunjukan bahwa Negara Indonesia menganut sistem demokrasi maka Negara Indonesia wajib menanggapinya secara demokratik hak rakyat Papua.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN