GP Ansor Angkat Bicara Aksi Bela Islam III

GP Ansor Jawa Barat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum Rapat dimulai

Bandung, Semarak.news- Masalah Penistaan agama yang dilakukan salah satu calon Gubernur DKI Jakarta saat ini menjadi perbincangan yang hangat di setiap kalangan masyarakat, baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Permasalahan ini menjadi daya tarik bagi publik untuk ikut berpartisipasi  dalam kegiatan politik yang bertepatan dengan masa kampanye Pilkada Serentak di Jakarta. Tak terkecuali GP Ansor yang ikut angka bicara mengenai Aksi Bela Islam III yang direncanakan akan dilaksanakan Desember mendatang.

“Sebagai Ansor,  kita adalah penolong syariah-syariah Allah S.W.T. jadi kita harus tau bagaimana cara untuk menyebarkan ajaran Islam termasuk Al-Qur’an dan ajaran Islam lainya” Pungkas Johan Anwari,  dalam acara Rapat Kordinasi GP Ansor Jawa Barat yang bertema Satu Barisan Menjaga Kebhinekaan (21/11/2016).

Ia juga menjelaskan mengenai Al-Qur’an sebagai rahmat bagi seluruh alam yang berarti berlaku untuk seluruh manusia yang terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama dan bangsa, sehingga Al-Qur’an dapat dikaji oleh setiap orang termasuk yang berbeda agama dalam konteks ilmu. seperti yang dilakukan oleh Universitas Islam yang ada di Indonesia yang membolehkan mahasiswa berbeda agama dalam mempelajari filsafat yang ada di Al-Qur’an.

“Islam harus dibela, Islam harus diperjuangkan, Islam tidak diam Islam tidak lemah dan Al-Qur’an itu dijamin keterpeliharaannya oleh Allah S.W.T, hal tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara, dan cara yang tepat adalah dengan mengamalkan ajaran-ajaran dari Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai aksi bela kita terhadap Islam. Ansor mengambil cara ini dengan membina masyarakat, turut ikut dalam membangun pondok pesantren, membangun asrama, ikut serta memperjuangkan girah-girah keIslaman melalui Istighosah dan lain-lain. Ansor tidak menyalahkan cara yang lain, akan tetapi Ansor memilih cara yang lain.” tutup Sekretaris GP Ansor Jawa Barat. (AD)

 

TINGGALKAN BALASAN