Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Per Januari 2017 Minim Sosialisasi

Kenaikan Tarif Listrik Rumah Tangga Per Januari 2017 {Sumber: hullalla.com}

Jakarta, Semarak.news – Kebijakan pemerintah terkait kenaikan tarif tenaga listrik yang masih minim sosialisasi dikhawatirkan akan menimbulkan masalah di masyarakat. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listik yang Disediakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Kebijakan pemerintah tersebut berupa pencabutan subsidi listrik pelanggan rumah tangga yang dilakukan secara bertahap mulai 1 Januari 2017. Pelanggan yang terkena pencabutan subsidi merupakan rumah tangga golongan 900 VA yang tidak termasuk dalam rumah tangga miskin dan tidak mampu. Dengan pecabutan subsidi ini, tarif yang dibayar akan naik 80-90 persen atau bahkan lebih. Kebijakan dilakukan mengingat sejak 2003, golongan 450 VA dan 900 VA tidak pernah mengalami perubahan tarif listrik. Sedangkan golongan 1.300 VA telah berkali-kali mengalami kenaikan tarif.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan bahwa pencabutan subsidi rawan penolakan di lapangan apabila sosialisasi yang dilakukan pemerintah minim. Pemerintah sebaiknya menyiapkan mekanisme penyelesaian persoalan terkait hal tersebut. Ia juga menghimbau pemerintah untuk sigap dengan pengaduan masyarakat miskin yang dikenai pencabutan subsidi listrik.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama pada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujatmiko mengatakan, untuk mengantisipasi adanya pengaduan masyarakat terkait penerapan subsidi listrik, telah dibentuk Tim Posko Pusat Penanganan Pengaduan yang terdiri dari perwakilan Kementrian ESDM, Kementrian Sosial, Kementrian Dalam Negeri, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Data pelapor akan diverifikasi apakah memang layak atau tidak untuk menerima subsidi listrik. (HRD/K)

TINGGALKAN BALASAN