Aksi Simpatik Tolak Terorisme di Bumi Pancasila

sumber: FA/SN

Palangka Raya, Semarak.News – Pasca tragedi bom gereja yang terjadi di Samarinda 13 November yang lalu, berbagai reaksi kecaman dan penolakan terhadap aksi terorisme semakin luas dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat khususnya di Kota Cantik Palangka Raya.

Gabungan mahasiswa Universitas Palangka Raya, BEM FKIP Universitas Palangka Raya, GMNI Palangka Raya melakukan aksi simpatik menolak terorisme di bundaran besar Palangka Raya, sabtu malam (19/11).

Sebagai rasa simpatiknya terhadap tragedi bom di Samarinda, sekitar 50 mahasiswa duduk membentuk lingkaran besar dengan puluhan lilin dinyalakan di tengah-tengah, massa berorasi diiringi dengan lagu perdamaian serta puisi tolak terorisme.

“Pelaku terorisme adalah sampah masyarakat, pembunuh, pemecah belah bangsa indonesia yang cinta damai ini,” ujar korlap Andre Simamora.

“Pelaku terorisme adalah biadab, tidak berperikemanusiaan, mengakunya Islam namun Islam sendiri tidak pernah mengajarkan yang namanya membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain,” tegasnya.

Aksi simpatik ini juga dilakukan sebagai bentuk rasa solidaritas atas meninggalnya Intan Olivia Marbun yang menjadi aksi teror pelemparan bom molotov di gereja Oikumene Samarinda.

Aksi ini juga sebagai wujud kemarahan terhadap aksi teror yang menyebabkan timbulnya korban, mengecam bentuk terorisme dan sebagai bentuk kepedulian terhadap perdamaian di indonesia terutama Provinsi Kalimantan Tengah.

“Indonesia tidak sedang perang, Indonesia hidup dengan damai dibawah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Shinta yang ikut dalam aksi sebagai pembaca puisi tolak terorisme.

“Tidak pantas jika kegiatan teror bom ada di Indonesia. Undang-Undang mengakui kebebasan beragama dan di jamin dalam perundang-undangan, Indonesia cinta damai. Hidup Pancasila, Hidup NKRI, kecam terorisme,” lanjutnya.

Sebelumnya (18/11) di tempat yang sama, juga berlangsung aksi simpatik 1000 lilin yang dilakukan oleh KNPI Palangka Raya bersama dengan gabungan masyarakat masyarakat lintas agama di Palangka Raya.

Massa yang berjumlah hampir 200 orang secara spontan melakukan aksi simpatik dengan menyalakan lilin dan bersama-sama mendoakan Intan yang menjadi korban bom gereja di Samarinda.

Masyarakat lintas agama Palangka Raya menolak secara tegas segala bentuk teror dan segala bentuk tindakan yang mengarah pada pemecah belah persatuan bangsa.

Masyarakat Palangka Raya menginginkan perdamaian dengan berpedoman pada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, khususnya di Palangka Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah. (FA)

TINGGALKAN BALASAN