Awas! Penipuan Lewat Telepon

sumber : merdeka.com

Jakarta, Semarak.News – Penipuan melalui telepon seluler semakin marak terjadi. Kali ini, penipuan berkedok memberi hadiah menimpa kepada salah satu mahasiswa perguruan tinggi ternama di Jakarta.

Sebut saja korban bernama Mawar. Kemarin (18/11/2016) Mawar menerima telepon dari nomor tak dikenal. Setelah diangkat, ternyata berisi pemberian hadiah sejumlah Rp15 juta.

Namun, seketika itu pula Mawar sadar bahwa orang yang meneleponnya adalah seorang oknum penipu. Lantas Mawar merekam percakapannya melalui telepon tersebut.

Awalnya, sang penipu mengatakan bahwa Mawar telah menerima hadiah dan menanyakan nomor rekening yang dimiliki Mawar.

“Selamat ibu telah menerima hadiah dari kami tanpa membayar sepeser rupiah pun. Ibu punya rekening apa,” kata Mawar meniru penipu di telepon.

Kemudian Mawar memberikan nomor rekening salah satu bank di Indonesia namun nomor rekening tersebut palsu. Hal ini dilakukan untuk menghindari nomor rekening bocor kepada orang yang tidak bertanggung jawab.

Motif penipu melakukan aksinya ialah dengan menyuruh calon korban untuk mendatangi atm terdekat. Setelah sampai, calon korban diperintahkan untuk melakukan transaksi di atm yang sebenarnya justru mengurangi saldo tabungan.

Namun, sang penipu yang menggunakan nomor 081290597210 berdalih dengan transaksi yang dilakukan merupakan prosedur pengiriman deposito dan berbeda dengan transfer uang pada umumnya.

“Kan yang namanya transfer itu dimana-mana nggak pernah perlu token. Kalau perlu token, itu transfer apaan? Nggak mungkin,” jelas Mawar memperkuat alasannya.

Kasus penipuan serupa bukan hanya terjadi satu dua kali. Telah banyak korban yang tertipu dengan cara melalui telepon yang diterima calon korban.

Motif yang dipakai pun bermacam-macam. Ada yang bermotif memberi hadiah uang tunai yang cukup besar, transfer uang mendadak untuk keluarga dekat yang sedang sakit, pembelian barang melalui online, dan sebagainya.

Untuk itu, pengawasan dan kehati-hatian masyarakat perlu ditingkatkan mengingat berbagai motif penipuan semakin marak terjadi. Dan terkadang, calon korban tidak sadar bahwa yang sedang dihadapinya adalah sang penipu. (AS)

TINGGALKAN BALASAN