Peringati Hari Toleransi Internasional, Begini Kata Romo Budi

Peringatan Hari Toleransi Internasional di Depan Patung Kuda Universitas Diponegoro Semarang. Sumber: Dokumentasi Semarak.news

Semarang, Semarak.news – 16 Nopember sudah menjadi agenda rutin setiap ormas maupun lsm peringati Hari Toleransi Internasional. Peringatan itu juga digunakan Jaringan Masyarakat untuk Keberagaman untuk melakukan aksi di depan Patung Kuda Universitas Diponegoro, Jalan Imam Barjo, Semarang. Aksi itu bertemakan “Rawat Keberagaman, Tolak Intoleransi”.

Peringatan Hari Toleransi Internasional tentunya bertujuan untuk menolak segala bentuk tindakan intoleransi dan diskriminasi atas nama agama, suku, ras, warna kulit, jenis kelamin, pandangan politik, orientasi seksual dan lain-lain. Banyak sekali permasalahan yang berhubungan dengan intoleransi akhir – akhir ini. Oleh karena itu, negara diharapkan berperan aktif dalam rangka menjaga keberagaman.

“Semangat toleransi di Indonesia masih tinggi. Meskipun telah dirusak oleh oknum tertentu. Toleransi tidak bisa dihancurkan oleh kekerasan dan akan selalu dijunjung tinggi sampai kapan pun”, ungkap Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo yang akrab dipanggil Romo Budi di Depan Patung Kuda Universitas Diponegoro.

Pelaku – pelaku yang membuat masalah tentang toleransi harus segera ditindak tegas karena itu hanya bisa memecah belah bangsa. Selain itu juga banyak website atau media sosial yang intoleran. Untuk menjunjung tinggi toleransi negara harus melindungi kelompok minoritas.

“Untuk itu, negara perlu menindak tegas oknum yang telah menghancurkan toleransi dengan kekerasan. Sehingga harapan untuk mewujudkan perdamaian, peradaban kasih tanpa diskriminasi dapat terwujud” tambahnya. (IT)

 

TINGGALKAN BALASAN