Status KLB Rabies di Kalbar Meningkat

Kabid P2PL (Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit), Yulsius Jualang, S. Kep M.Si [Foto: Fajar Tri/Semarak.News]

Pontianak, Semarak.News – Status rabies di Prov. Kalbar meningkat, sebelumnya hanya 3 Kabupaten yang menerapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) rabies, namun saat ini meningkat menjadi 8 Kabupaten yang menerapkan status KLB rabies.

Bahkan, terhitung sampai tanggal 7 November 2016, terdapat 1444 kasus gigitan hewan penular rabies, diantaranya 11 orang meninggal, dan 1302 orang telah mendapatkan pengobatan.

Sebelumnya Kabupaten yang masih berstatus KLB rabies ialah Kab. Ketapang, Kab. Melawi, dan Kab. Kapuas Hulu. Sedangkan untuk lokasi penambahan status KLB ialah Kab. Sintang, Kab. Landak, Kab. Sekadau, Kab. Bengkayang, dan Kab. Sanggau.

“Status KLB hingga saat ini masih diberlakukan, dengan penambahan lokasi menjadi 8 Kabupaten dari yang sebelumnya hanya 3 Kabupaten.” Ungkap Bag. Pengelola Program Rabies Dinas Kesehatan, Andi M. Kamis (17/11/2016)

Sementara itu, Kabid P2PL (Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit) Yulsius Jualang menjelaskan bahwa penyebab masih banyaknya kasus rabies di Kalbar ialah usaha pencegahan yang masih kurang dan letak Kalbar yang masuk dalam kawasan endemis.

“Usaha pencegahan tersebut, dapat dilakukan dengan Vaksinasi hewan peliharaan dan pertolongan pertama apabila terkena gigitan hewan yang membawa penyakit rabies,” imbuhnya.

Sedangkan, pertolongan pertama dapat dilakukan dengan menyiram luka bekas gigitan dengan deterjen selama 15 menit, lalu diberikan antiseptik, dan kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan. “Selain itu, anjing yang mengigit harus ditangkap untuk dilakukan pengamatan ciri-ciri terjangkit penyakit rabies,” pintanya. (FTN)

TINGGALKAN BALASAN