Kenapa Ahok Bersalah?

sumber : bbc.com

Kasus penistaan agama Islam oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama terus mendapatkan respons dari berbagai pihak. Peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang memberikan sambutan di depan masyarakat Kepulauan Seribu dalam rangka sosialisasi program kerja di akhir masa jabatannya. Dalam sambutannya Ia mengatakan “Jadi jangan percaya-percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu, gak bisa pilih saya. Ya kan? Dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51,”.

Perkataan ini jelas sudah menghina Islam karena menganggap bawa surat Almaidah ayat 51 itu tidak benar. Orang yang tidak mengerti Islam tiba-tiba mengeluarkan perkataan yang sangat menyinggung hati umat Islam di seluruh nusantara bahkan dunia. Kejadian ini pun sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk segera ditindak lanjuti. Sayangnya, laporan tersebut mendapat respons yang lambat dan terkesan tidak memedulikan permasalahan yang sebenarnya sangat sensitif dan urgensi tinggi.

Atas respons yang kurang ditanggapi oleh Polri, maka terjadilah demo besar yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober dan 4 November. Demo 14 Oktober 2016 kemarin, hanya dilakukan oleh umat Islam yang berada di wilayah Jabodetabek. Demo ini menuntut agar pihak berwenang menjatuhkan hukuman karena telah menghina agama Islam di depan publik. Ternyata demo yang pertama ini tidak mendapatkan respons apa-apa dari kepolisian seolah mengulur-ulur dan melindungi Ahok.

Melihat hal itu, umat Islam di Indonesia kesal akan sikap pemerintah yang mengabaikan kasus penistaan agama ini. Dengan mengumpulkan massa yang cukup besar, maka terjadilah demo kedua tanggal 4 November 2016 di Ibukota Jakarta. Demo ini merupakan demo terbesar oleh ormas Islam sepanjang sejarah di Indonesia. Kali ini demo diikuti oleh berbagai majelis, anak-anak remaja, orang dewasa, orang tua, perempuan, para habib, ustaz, dan  orang-orang penting di pemerintahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penghinaan Ahok terhadap Alquran sudah terbukti jelas, karena para ulama sudah ikut andil dalam demo tersebut.

Ada tiga tuntutan dalam demo 4 November tersebut.

  1. Menuntut negara menjunjung tinggi penegakan hukum,
  2. menuntut kepolisian memenjarakan Ahok, pelaku pidana penista agama (Islam), serta
  3. menuntut Presiden memastikan semua orang sama di mata hukum atau rakyat menuntut sidang istimewa MPR cabut mandat Presiden/Wakil Presiden kembali ke UUD 45 asli pemerintahan transisi dan pemilu ulang

Bukti tersebut diperjelas dengan adanya pernyataan dari beberapa ulama besar di Indonesia dan luar negeri. Bahkan pejabat legislative dan Eksekutif ikut menyatakan bahwa Ahok telah menista agama islam.

Berikut penjelasan dari beberapa ulama :

  1. Fatwa MUI

Kita mengetahu MUI (Majelis Ulama Indonesia) adalah kumpulan ulama Indonesia yang memiliki kompetensi sangat dalam mengenai Islam. Fatwa MUI menjadikan patokan penting dalam menetapkan atau menjalankan sesuatu. Pemerintah juga berdasar pada fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI baik mengenai makanan halal, aliran sesat, dll. Dalam kasus Ahok ini, MUI pusat mengatakan bawa pernyataan Gubernur DKI Jakarta dikategorikan:

(1) Menghina Al-Quran dan,

(2) Menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum

Simpulan MUI tersebut didasarkan pada lima kenyataan terkait pernyataan Ahok.

  • Pertama, Al-Quran surah al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.
  • Kedua, ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin Muslim adalah wajib.
  • Ketiga, setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.
  • Keempat, menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.
  • Kelima, menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.
  1. Ustaz Arifin Ilham (Pimpinan Az-zikra)

Ustaz Arifin Ilham juga ikut melaksanakan demo pada 4 November kemarin. Ia menilai bahwa kasus Ahok ini membedah manusia menjadi 4 kelompok :

  1. Mu’minuun sejati, pecinta, pejuang dan pembela Al-Quran dengan segala risikonya.
  2. Kaafiruun, pendurhaka ini sudah jelas.
  3. Munafiquun, kelompok yang ngakunya Islam, tetapi pendukung kaafiruun. “Sesungguhnya Allah mengumpulkan orang orang munafik bersama orang kafir dalam SATU WADAH di neraka Jahannam semuanya” (QS An Nisa 140).
  4. Abu abu, tidak jelas, pragmatis, diam, cuek, cari selamat, asyik dengan hobby dunianya, ketakutan or menjaga karirnya, banyak alasan untuk cari selamat dsb.

Ahok sangat jelas telah menghina Alquran dan para ulama, namun penduduk yang mayoritas muslim ini hanya tinggal diam.

Beliau juga telah mengirimkan kritikan terbuka kepada Ahok karena bahasanya yang telah menyayat hatinya.

  1. Habieb Rizieq (Pimpinan FPI)

Kelompok yang terus menentang adanya kepemimpinan kafir di Indonesia. Rizieq menyatakan bahwa ucapan Ahok itu telah menistakan agama islam. Dia mengatakan dengan lugas bahwa Ahok bersalah dan Dia juga menjadi saksi ahli dalam pemeriksaan dalam pihak kepolisian.

  1. Ultimatum Ulama Sumatera Barat (BAYANUN LI AL-NAS)

Ulama ini menetapkan bahwa Ahok telah menistakan Agama Islam secara jelas dan menyakiti para hati umat Islam di Indonesia.

  1. Ustaz Felix Siauw

Felix Menyatakan dengan tegas bahwa peristiwa Ahok itu benar-benar telah meremukkan agama yang rahmatalillalamin. Dia mengaku bahwa ini semua bukan merupakan kepentingan politik, namun murni dari hati seluruh umat muslim di Indonesia.

  1. Aa Gym

Sosok yang lembut dan ramah juga ikut berbicara dalam kejadian ini. Ia mengaku bawa sebagai umat muslim di Indonesia merasa diinjak-injak oleh orang yang tidak mengerti Islam dan merupakan orang kafir.

Penjelasan dari para ulama di atas hanya sebagian kecil dari ulama besar yang ada di dalam dan luar negeri. Belum lagi ditambah dengan para kiai, ustaz, pimpinan majelis, pimpinan pondok pesantren, dan banyak lagi. Ini sudah kejelasan yang mutlak bahwa Ahok memang menghina Islam dipandang dari segi mana pun. Tidak hanya kasus tersebut, namun banyak lagi kasus Ahok yang banyak menjelekkan Islam dan para ulama lainnya.

Bahkan tidak hanya melalui fatwa dan penjelasan para ulama, namun berbagai survei juga dilakukan oleh banyak media atau lembaga terhadap kasus Ahok tersebut. Menurut Adjie melalui Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan, sebanyak 70 persen warga ibu kota Jakarta menyatakan Ahok bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama. Jika dikerucutkan berdasarkan afiliasi warga ke organisasi-organisasi Islam, ditemukan bahwa mayoritas warga Muhammadiyah (85,7 persen), Nahdlatul Ulama (85 persen), dan Persatuan Islam (75 persen) menyatakan Ahok bersalah.

Dalam survei lain yang diikuti sebanyak 1.200 orang, ternyata Ahok bersalah terhadap 3 kasus. Dengan 54 persen menyalahkan Ahok pada kasus Sumber Waras. Untuk reklamasi Teluk Jakarta, 72 persen responden pun menyalahkan Ahok. Begitu pula pada kasus dugaan penistaan agama, 82 persen responden menilai Ahok bersalah. Mereka menilai ucapan Ahok soal Al-Maidah ayat 51 dianggap menistakan agama Islam.  Pemilih Muslim, mereka yang menyatakan Ahok bersalah sebesar 77,9 persen. Sementara di pemilih non-Muslim yang menyatakan Ahok bersalah sebesar 21,20 persen.

Tokoh anti PKI Alfian Tanjung melalui akun Facebook pribadinya mengungkapkan bahwa aksi Ahok ini semakin jelas memperlihatkan bahwa Ahok memusuhi Islam. Senada dengan Alfian Tanjung, netizen dengan nama akun Andy sangat mengecam pernyataan Ahok yang sangat jelas melecehkan kitab suci Al-Qur’an. Tidak hanya tokoh muslim Jakarta yang marah terhadap hinaan itu, namun kita lihat saat demo 4 November lalu, seluruh umat islam Indonesia juga merasakannya,  mulai dari Aceh hingga Papua.

Perkara kasus penistaan agama oleh Ahok telah sesuai dengan pasal 156a KUHP. Dengan demikian, ulah Ahok tersebut juga sudah pasti harus mendapatkan hukuman pidana. Hal tersebut diatur dalam pasal 156 a tentang penghinaan agama dan pasal 310 ayat 1 dan 2 tentang pencemaran nama baik. Di samping itu juga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam pasal 27, 28 dan 29.

Ahok memang bersalah tidak ada hal lain yang dapat membantah hal itu. Umat islam hanya meminta keadilan tidak lebih.  Sudah banyak sekali bukti nyata bahwa Ahok bersalah, dan tidak bisa dihindari lagi Ahok memang harus dihukum. Apabila Ahok terbebas berarti memang banyak oknum politik yang bermain dan dipastikan akan demo ketiga yang sangat besar dan tidak terduga.

 

Penulis : Muhammad Azizul Ghofar

(Pengamat Ideologi)

TINGGALKAN BALASAN