Ulama Banten Mengapresiasi Langkah Polri dalam Kasus Ahok

Basuki Tjahaya Purnama

Serang, Semarak.news – Ulama Banten yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren  (FSPP) mengatakan bahwa langkah Polri terkait kasus Ahok dinilai tepat.

Penetapan status tersangka Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Bareskrim Polri menuai apresiasi dari umat islam di Banten khususnya para Ulama Banten.

Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) merupakan suatu wadah silaturahmi antar pemimpin pondok pesantren dan tokoh pesantren di Provinsi Banten.

M. Shodiqin, Presidium FSPP, (Rabu 16/11/2016) mengatakan bahwa Polri dinilai telah mengambil keputusan tepat dan membuat umat islam khususnya di provinsi Banten mengurungkan niantya untuk melakukan Aksi Bela Islam lanjutan yang direncanakan dilakukan pada 25 November 2016.

“Meskipun proses hukum berjalan alot, Polri sudah melakukan tindakan dalam menetapkan Ahok sebagai tersangka” ungkapnya.

Ulama Banten menilai Proses hukum Ahok berjalan secara lambat sehingga menyebabkan munculnya desakan umat islam kepada pemerintah pada 4 November lalu agar segera menyelesaikan kasus hukum tersebut.

Namun, Ulama Banten tetap mengapresiasi langkah Polri dan menghimbau kepada masyarakat muslim di Provinsi Banten khususnya untuk terus menunggu hasil akhir dari proses hukum tersebut.

Penetapan Ahok sebagai tersangka dilakukan Bareskrim Polri setelah melakukan gelar perkara terbuka terbatas di Mabes Polri pada pukul 10.00 WIB lalu.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Terkait dengan Aksi Bela Islam jilid III, Shodiqin mengatakan bahwa umat islam dinilai cukup puas dan sangat mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Polri atas keputusan hukum yang diambil terhadap Ahok.

Namun, tidak menutup kemungkinan apabila proses hukum Ahok dinilai tidak berjalan sesuai dengan koridor hukum. Maka akan ada Aksi Bela Islam Lanjutan yang lebih besar.

“Kami akan terus mengawal dan mengawasi proses pengadilan ini agar tetap berjalan secara adil dan transparan” Pungkasnya.

 

TINGGALKAN BALASAN